INILAH, Bandung - Pada Maret lalu, pasar otomotif Tanah Air turun. Untuk itu, PT Astra International (AI) Daihatsu Sales Operation (DSO) memiliki strategi khusus untuk mendongkrak pasar.
“Dibandingkan tahun lalu, posisi market saat ini turun 5%. Kita di Daihatsu mengadakan Daihatsu Festival & Trade In Day sebagai agenda kegiatan ntuk memfasilitasi calon konsumen yang mau tukar tambah mobil lamanya ke unit baru,” kata Kroda saat Daihatsu Festival 2019 di PT Astra Biz Center, Kota Bandung, Minggu (7/4/2019).
Menurutnya, bulan lalu angka penjualan hanya terhitung sebanyak 4.885 unit. Sedangkan, pada tahun sebelumnya terhitung sebanyak 5.154 unit. Kroda menyebutkan, kegiatan itu aken mendongkrak pasar sekitar 20%.
Dia menuturkan, program tersebut merupakan hasil kerja sama Daihatsu dengan seluruh value chain partner yang dimiliki. Yakni, Astra Credit Companies (ACC), Daihatsu Financial Services (DFS), Asuransi Astra, dan Mobil88.
“Kegiatan ini merupakan kali kedua yang kita lakukan. Sebelumnya, pertama kali kegiatan ini digelar di kawasan Jabodetabek pada 2018 lalu. Sekarang, program digelar di Bandung,” ujarnya.
Customer Satisfaction & Value Chain (CSVC) Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Elvina Afny menyebutkan, kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan awareness pasar sekaligus memberikan edukasi konsumen. Dia mengakui, demand untuk memiliki mobil bekas sejauh ini relatif tinggi.
“Program ini membantu para pelanggan kami khususnya di Bandung untuk dapat memiliki kendaraan impian Daihatsu sesuai kebutuhan. Karena, sejauh ini jumlah orang yang ingin membeli Daihatsu untuk mengganti mobilnya terus meningkat,” ucapnya seraya menyebutkan gelaran tersebut untuk meningkatkan pelayanan ke customer.
Elvina menuturkan, terkait resale value mobil Daihatsu setiap tahun terus meningkat. Sebelumnya, nilai harga jual kembali mobil brand ini hanya berada di peringkat ke-8 dengan angka 33%. Seiring waktu, resale value itu kini meningkat di angka 38% yang mendudukkannya di peringkat ke-5.
“Beragam kemudahan dan diskon menarik kita selenggarakan hanya dalam satu hari. Khusus untuk pembelian unit baru secara cash, kita berikan diskon hingga Rp2 juta. Kalau membeli secara kredit kita kasih diskon administrasi Rp500 ribu,” sebutnya.
Dia menuturkan, pihaknya memberikan sharing edukatif kepada masyarakat seputar nilai jual kembali sebuah kendaraan. Resale value sebuah kendaraan dikatakan baik jika persentase harga jual kembali kendaraan tersebut tidak mengalami penurunan yang terlalu signifikan terhadap harga awal saat pembelian baru.
Sejumlah tips untuk menjaga hal itu yakni mobil tersebut mengantongi catatan perawatan berkala dari bengkel resmi. Selain itu, kondisi fisik mobil pun diusahakan terhindar dari goresan dan bekas tabrakan. Tentu, kelengkapan dokumen mobil menjadi hal utama. Plus, jarak tempuh kendaraan yang rendah akan menjadi faktor naik-turunnya harga.
Sementara itu, Kepala Cabang Mobil88 Bandung Dicky Dereza Deristian menyebutkan untuk pasar mobil bekas brand Daihatsu ini berada di nomor dua terbesar. Dengan pangsa pasar sebesar 19%, kata dia, setiap produk Daihatsu memiliki affordable price untuk residual value.
Dia menyebutkan, segmen low multi purposes vehicle (LMPV) dan low sport utility vehicle (LSUV) berada di peringkat teratas. Artinya, produk Xenia dan Terios merupakan unit yang paling tinggi di cari orang untuk mobil bekas. Ini diakuinya tak lepas dari tingginya nilai residual value Daihatsu.
Disinggung mengenai dampak tahun politik terhadap pasar otomotif, Dicky mengakui hal itu ada pengaruh yang cukup signifikan. Pasalnya, sejauh ini belum terlihat ada peningkatan permintaan mobil bekas karena adanya agenda Pemilu dan Pilpres 2019.
“Saya melihat, pasar cenderung wait and see. Tapi, karena mobil sekarang sudah menjadi kebutuhan saya yakin penjualan mobil ini akan meningkat setelah Pilpres dan menjelang Lebaran nanti,” ujarnya.
Dicky memprediksi, pada akhir April-Mei mendatang pasar otomotif kembali meningkat dan menemukan titik puncaknya. Sebab, pada saat itu ada Lebaran sebagai momen tertinggi penjualan mobil bekas setiap tahunnya.