Pasien Asal Garut yang Diisolasi di RSHS Negatif Corona

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Garut yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dinyatakan negatif virus corona (Covid-19).

Pasien Asal Garut yang Diisolasi di RSHS Negatif Corona
Juru Bicara Tim Penanganan Infeksi Emerging Covid-19 Kabupaten Garut Ricky R Darajat. (Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Garut yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dinyatakan negatif virus corona (Covid-19).

Pria berusia 42 tahun yang juga sempat diperiksa di ruang isolasi khusus corona di RSU dr Slamet Garut itu sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya.

Hal itu dikemukakan Juru Bicara Tim Penanganan Infeksi Emerging Covid-19 Kabupaten Garut Ricky R Darajat kepada INILAH, Kamis (12/3/2020).

"Sesuai informasi dari rumah sakit, dan dinas kesehatan, warga Garut yang menjadi PDP terkait virus corona itu dipastikan negatif. Tidak terjangkit virus corona. Keluhan sakit dirasakan pasien itu flu, bukan karena virus corona, tapi jenis virus lain. Yang bersangkutan juga sudah diperbolehkan pulang dari RSHS," kata Ricky.

Dia juga menyebutkan, berkenaan seorang tenaga kerja asing (TKA) di sebuah pabrik 
manufaktur di Garut yang sempat menjalani medical check up karena ditakutkan sejumlah warga terpapar virus corona, yang bersangkutan dipastikan sehat. Tidak ada gejala sakit, apalagi terjangkit virus corona.

Warga Garut yang merupakan PDP terkait virus corona itu masuk ke RSU dr Slamet Garut pada Minggu (8/3/2020) sekitar pukul 21.00 WIB, setelah sempat diperiksa di sebuah klinik swasta di Garut Kota. Pasien kemudian dirujuk ke RSHS untuk perawatan lebih lanjut sekitar tengah malam.

Pasien tercatat sebagai PDP karena memiliki riwayat perjalanan dicurigai terdapat kontak dengan orang terjangkit virus corona. Apalagi yang bersangkutan baru pulang bekerja di Macau Cina. 

Dia diketahui pulang dari Macau, dan sampai di Indonesia melalui Bali pada 28 Februari 2020. Pada 29 Maret, dia melanjutkan perjalanan ke Jogyakarta, dan Surabaya. Dia tiba di Garut pada 7 Maret.  

Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan mirip gejala pasien terjangkit virus corona, antara lain mengalami batuk, demam tinggi, dan sesak napas.

Sedangkan TKA asal Cina di sebuah pabrik di Garut yang menjalani medical chek cup itu dikhawatirkan sejumlah warga terpapar virus corona karena yang bersangkutan diketahui sempat pulang ke negaranya mengikuti perayaan Imlek selama hampir dua pekan. 

Kendati, yang bersangkutan lolos dari pemeriksaan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan dinyatakan sehat dengan mendapatkan kartu kewaspadaan kesehatan (Healt Alert Card/HAC).

Pria tersebut berangkat ke negaranya pada 17 Januari 2020, dan baru tiba kembali di Indonesia pada 31 Januari 2020.(zainulmukhtar)
 


Editor : Bsafaat