PDI Perjuangan Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Presiden Prabowo Meski Tanpa Kader di Kabinet: Komitmen Demi Kepentingan Bangsa
Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah memastikan bahwa partainya akan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meskipun tidak ada satu pun kader mereka yang masuk dalam jajaran kabinet.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung – Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah memastikan bahwa partainya akan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meskipun tidak ada satu pun Kader mereka yang masuk dalam jajaran Kabinet.
Menurut Basarah, PDI Perjuangan tidak akan mengambil sikap oposisi terhadap pemerintahan Prabowo.
Hal ini sejalan dengan prinsip sistem pemerintahan presidensial yang dianut oleh Indonesia, di mana konsep oposisi tidak diterapkan secara formal.
“Sikap politik PDI Perjuangan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga tidak mengambil sikap oposisi,” ujar Ahmad Basarah.
Ahmad Basarah menjelaskan bahwa dalam sistem presidensial, seperti yang diterapkan di Indonesia, istilah oposisi tidak memiliki tempat seperti halnya dalam sistem parlementer yang lazim digunakan dalam demokrasi liberal.
Oleh karena itu, PDI Perjuangan akan tetap menjadi mitra strategis pemerintahan Presiden Prabowo untuk memastikan keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
"PDI Perjuangan akan tetap bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meski tidak menugaskan kader atau anggotanya masuk dalam kabinet pemerintahannya," tegas Basarah.
Selain pertimbangan sistem pemerintahan, dukungan PDI Perjuangan kepada pemerintahan Prabowo juga dipengaruhi oleh hubungan baik antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Prabowo Subianto.
Basarah menyebut bahwa hubungan keduanya, yang sama-sama pernah memimpin negeri ini sebagai Presiden ke-5 dan ke-8, menjadi jembatan komunikasi yang strategis.
“Hubungan pribadi antar kedua tokoh bangsa tersebut, yang menjadi Presiden ke-5 RI dan ke-8 itulah yang akan menjadi jembatan silaturahim dan koordinasi yang baik dan efektif antar-keduanya untuk mengawal kepentingan rakyat dan bangsa yang lebih besar lagi,” ungkap Basarah dikutip dari ANTARA.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
