Pedestrian Tegar Beriman Terancam Molor

Pedestrian di Jalan Tegar Beriman, Cibinong diragukan selesai akhir tahun ini. Pengerjaan proyek Rp7,6 miliar itu baru dimulai akhir Okober 2018 dan kontrak pekerjaan berakhir 26 Desember 2018.

Pedestrian Tegar Beriman Terancam Molor
INILAH, Bogor- Pedestrian di Jalan Tegar Beriman, Cibinong diragukan selesai akhir tahun ini. Pengerjaan proyek Rp7,6 miliar itu baru dimulai akhir Okober 2018 dan kontrak pekerjaan berakhir 26 Desember 2018.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor Yani Hasan menjelaskan, pembangunan pedestrian dengan lebar 3 meter dan panjang sekitar 300 meter.
 
"Pedestrian ini menyambungkan dari Baitul Faidzin ke Situ Plaza hingg depan Kantor Dinas PUPR," katanya, belum lama ini.
 
Pantauan INILAH, tepat di depan pagar Lapangan Tegar Beriman sudah mulai terlihat pekerjaan proyek pedestrian dan mulai dibetonisasi.
 
Proyek pedestrian ini memiliki nilai pagu sebesar Rp8,7 miliar, seperti yang tertera di situs resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bogor. Sedikitnya ada empat perusahaan berebut lelang dengan nilai penawaran beragam.
 
PT Raja Sedayu Pratama dengan harga penawaran Rp7,2 miliar, PT Restu Ibu dengan harga penawaran Rp7,6 miliar, PT Medipro Mandiri dengan harga penawaran Rp7,9 miliar, serta PT Palito Mora Tama dengan harga penawaran Rp8,1 miliar.
 
Pada 19 September lalu, PT Restu Ibu ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp7,6 miliar. Sementara penandatanganan kontrak dilakukan dalam rentang waktu 25 September 2018 hingga 12 Oktober 2018.
 
Menurut Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Hendrayana, pembangunan pedestrian tidak akan selesai tepat waktu. "Biasanya pekerjaan fisik diatas Rp1 miliar itu butuh waktu 120 hari kerja. Mungkin enggak selesai. Paling kena denda," katanya.
 
Dia menyayangkan Dinas PUPR baru mengajukan lelang di akhir tahun. "Kan itu sudah dianggarkan dari awal tahun. Kenapa baru di akhir tahun anggaran dikerjakannya. Itu yang harus dievaluasi," tegas politisi Hanura itu. 


Editor : inilahkoran