Pelajar Sadis di Pagelaran, Pacar Hamil dan Minta Tanggung Jawab, Malah Diberondong Senapan
Betapa sadis pelajar sekarang. Seorang di antaranya, AG (15), pelajar SMK di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, menghabisi nyawa pacarnya yang berbadan dua.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cianjur – Betapa sadis pelajar sekarang. Seorang di antaranya, AG (15), pelajar smk di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, menghabisi nyawa pacarnya yang berbadan dua.
AG, pelajar SMK di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur itu, pun diringkus polisi. Dia disangkakan sebagai pelaku pembunuhan terhadap pacarnya RP yang satu kecamatan dengannya.
AG diduga melakukan perbuatan sadis itu karena menolak bertanggung jawab atas perbuatannya menghamili korban. Pelajar SMK di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur itu, diringkus tak lama setelah pembunuhan sadis itu.
Kapolsek Sukanagara, AKP Tio saat dihubungi, Senin mengatakan selang beberapa jam melakukan aksi sadisnya menghabisi nyawa korban dengan senapan angin dan membuang jasadnya ke dalam selokan di pinggir jalan di wilayah hukum Sukanagara, pelaku diringkus.
“Pelaku AG ditangkap Senin dini hari di rumah orang tuanya di Kecamatan Pagelaran. Dia mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban yang satu sekolah karena diminta bertanggung jawab atas kehamilan korban,” katanya.
“Kami langsung melakukan penyelidikan termasuk meminta keterangan orang tua korban dan saksi lainnya, dari keterangan saksi ditemukan kalau korban dijemput pelaku yang merupakan pacarnya,” katanya.
Pelaku akan dijerat dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman kurungan seumur hidup.
Karena pelaku masih di bawah umur pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Cianjur. Saat ini pelaku sudah meringkuk di tahanan Polres Cianjur, untuk mempertanggun jawabkan perbuatannya.
“Penahanan terhadap pelaku akan disesuaikan karena masih di bawah umur, namun secara hukum pasal yang dikenakan tetap sama karena pelaku mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban secara terencana,” kata Tio.
Editor : Zulfirman

