Peluang Potensial Bernama Era Digital

MENEKUNI Dunia bisnis ternyata tak selalu harus memiliki tumpukan pulus. Menjadi pengusaha kaya juga tak selalu harus memiliki modal berlimpah. Di era digital siapapun dapat menjadi pengusaha bahkan hanya dengan tekad kuat serta modal kuota internet.

Peluang Potensial Bernama Era Digital

MENEKUNI Dunia bisnis ternyata tak selalu harus memiliki tumpukan pulus. Menjadi pengusaha kaya juga tak selalu harus memiliki modal berlimpah. Di era digital siapapun dapat menjadi pengusaha bahkan hanya  dengan tekad  kuat serta modal kuota internet.

Era digital benar-benar dapat mengubah nasib seseorang jika mampu memanfaatkan peluang. Ketika selama ini memulai bisnis nyaris selalu terganjal dengan modal, di zaman sekarang ternyata hal itu terbantahkan. Pasalnya, bagi sebagian orang sukses itu mudah dan tidak perlu biaya berlimpah. Hanya dengan mengandalkan kuota internet dan bermain medsos tak sedikit yang sukses meraup jutaan bahkan ratusan juta rupiah.

Adalah Opa Mustopa, seorang dropshipper asal Bandung yang kini tidak hanya sukses menjalankan bisnis dropshipnya tetapi juga mampu memberikan kemanfaatan bagi banyak orang. Bagaimana tidak, dengan menjadi seorang dropshiper yang ditekuninya sejak 2014 lalu, Opa kini sudah mampu meraup uang puluhan juta rupiah hingga mampu menyerap 60 tenaga administrasi dalam mendukung usahanya. Tak hanya itu, Opa juga menambah kemanfaatan hidupnya dengan membina sekitar 200 dropshipper di bawah jaringannya.

Kiprah Opa sebagai seorang dropshipper tentu patut menjadi inspirasi. Kepada INILAH KORAN, Opa mengungkapkan,bisnis dropship merupakan bisnis yang mudah dan bisa dilakukan siapapun. Karena modalnya hanyalah keinginan atau niat serta kuota internet di ponselnya. Cara kerjanya pun relatif mudah karena hanya tinggal memasarkan produk orang lain tanpa harus dulu membuat produk sendiri.

"Bayangkan bagaimana potensi yang Indonesia miliki atau Jawa Barat miliki. Begitu melimpah. Tinggal bagaimana kita boga kahayang (red-keinginan). Dropshipper itu sebenarnya sudah lekat dengan masyarakat kita, karena sama dengan calo, sama dengan makelar," ungkapnya.

Opa menuturkan, sistem bisnis yang kini dijalaninya berawal dari keresahannya ketika duduk di bangku kuliah. Sebagai mahasiswa yang memiliki keterbatasan keuangan, dirinya pun terus memutar cara bagaimana bisa bertahan hidup. Cita-cita besar itulah yang hingga kini terus dipupuknya dengan membuat jaringan sistem dropship di bawah bimbingannya. "Saya tidak mau kepedihan, kegelisahan saya ketika kuliah terkait biaya dialami adik-adik mahasiswa lain. Maka saya selalu berusaha menularkan dan mengajak orang lain untuk bersama-sama mengembangkannya," ungkap Opa.

Dia menuturkan, dengan berlimpahnya produk-produk UKM di Indonesia, serta terbukanya pasar di era digital, merupakan peluang besar yang harusnya mampu ditangkap dengan baik. Terlebih, ketika bicara  produk, saat ini Indonesia merupakan daerah yang begitu melimpah dengan produk berkualitas.

"Jangankan bicara Indonesia, di Jawa Barat atau Bandung Raya saja begitu banyak UMKM yang memiliki produk-produk berkualitas. Tinggal bagaimana kita memiliki keinginan untuk menjadikan era digital sebagai kesempatan emas untuk mulai ambil bagian," paparnya.

Dalam obrolan hangatnya, Opa juga berbagai banyak hal terkait pengalamannya selama menjadi dropshiper. Menurut Opa, sama seperti kebanyakan orang, kiprahnya sebagai dropshiper memang tak langsung tumbuh seperti sekarang. Namun, dari pengalamannya selama menapaki karier sebagai dropshiper pada dasarnya hanya membutuhkan kesabaran dan jeli menangkap peluang produk apa yang tengah diminati masyarakat.

"Peluang kerugiannya juga tidak ada. Karena dropshiper kan tidak membuat produk, hanya memasarkan produk orang kemudian kita menawarkannya. Dari pada bermain media sosial dengan menyebar atau menshare hoaks tentu akan jauh lebih bermanfaat memposting produk UKM," ujarnya.

Lebih lanjut Opa menambahkan, satu keinginan besarnya adalah bagaimana setiap orang dapat memanfaatkan era digital sebagai peluang dalam memperbaiki hidup. Dia tak ingin di masa mendatang ada anak-anak yang tidak bisa kuliah akibat tidak ada biaya. Karenanya, disamping fokus mengembangkan bisnis yang telah menghidupinya hingga mampu meraih rata-rata Rp50 juta perbulan.

Opa pun mengaku akan fokus membuat jaringan dropshiper di bawahnya yang kini berjumlah 200 orang. Harapannya tak lain turut memberikan edukasi kepada kalangan muda, khususnya kalangan kampus untuk bisa turut andil di era digital.

"Saya ingin menularkan ilmu ini kepada adik-adik saya. Alhamdulillah saat ini selain ada 200 orang jaringan, saya juga memiliki admin 60 orang. Ketika mereka juga memiliki semangat yang sama untuk menularkan semangat kepada keluarga-keluarga terdekatnya, maka Insya Allah produk UKM yang ada juga turut terangkat," tegasnya.

Opa menegaskan, era digital merupakan peluang sekaligus tantangan. Peluang karena pasar yang ada menjadi tanpa batas. Sementara tantangan karena bagaimanapun kita harus menjadi pribadi-pribadi yang siap menghadapi era digital dan turut berperan aktif di dalamnya. (ghiok riswoto)

 


Editor : Ghiok Riswoto