INILAH, Bogor - Proyek jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi III A mulai digarap dan dilakukan uji coba pembangunan. Uji coba ini agar dalam pembangunan tak berdampak besar bagi mobilisasi masyarakat.
PT Marga Sarana Jabar (MSJ) menjanjikan kepada masyarakat yang lahannya terdampak akan diberikan ganti untung. Acuannya perhitungan nilai pembebasan lahan Seksi II B.
Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmodjo mengatakan, pembangunan Tol BORR seksi III A, khususnya dari Yasmin sampai Salabenda disediakan dua kali tiga lajur, sementara Yasmin ke arah barat dua kali dua lajur atau hampir beda lima meter.
“Nantinya jalan tol ini akan terhubung dengan Depok-Antasari, jadi saling terkoneksi. Kalau sampai rampung ini tol BORR sudah 13 kilometer dan ada usulan pihak PU dan IPB melanjutkan sepanjang 7 kilometer sampai IPB. Hal itu tengah kami kaji karena jalur menuju IPB melintasi Sungai Cisadane. Nantinya Dramaga sampai Ciawi atau Bocimi akan terkoneksi juga,” ungkap Hendro kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).
Hendro melanjutkan, di masa yang akan datang jalan BORR terkoneksi dengan tol Sentul Barat ke arah Karawang. Nanti ada Jakarta Outer Ring Road (JORR) 3, karena itu seksi III A ini pihaknya berani berinvestasi Rp1,65 triliun.
“Kami perbulan harus menyerap Rp100 miliar dan satu hari Rp3,5 miliar. Karena investasi besar kami mempersiapkan dengan matang,” katanya.
Pimpinan proyek (pimpro) seksi III A dari kontraktor PT Pembangunan dan Perumahan (PP) Yoan Sukma Arizona mengatakan, panjang seksi III a ini 2,8 kilometer dengan konstruksi dan struktur yang sama dengan Tol BORR Seksi II B. Saat ini pihaknya tengah melakukan pekerjaan bowling pohon dan pembongkaran kansteen.
“Kami akan selalu berkomunikasi dan berkoordinasi soal lalu lintas nanti saat pembangunan. Pada box-box meminimalkan kemacetan atau metode box akan minim menutup jalan. Dan hanya lima menit saja menutup jalan. Kami juga sudah sesuai SOP dan nanti pasti ada safety nett,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Pimpro Tol BORR Seksi III A dari PT MSJ Leona RI mengatakan, seksi III A dari Simpang Yasmin sampai Simpang Atang Sanjaya ada dua pintu keluar dan pintu masuk berada di simpang Yasmin Kedung Jaya mendekati Kali Angke atau Kayu Manis dengan panjang kurang lebih 650 meter.
Pihaknya juga sudah melakukan perhitungan dalam hal pembebasan. “Data yang kami miliki lahan di Cibadak 59 bidang, Kayu Manis, Kedung Badak 74 bidang dan Parakan Jaya 98 bidang. Lebih kurang total dibutuhkan lahan 64 hektar di on-off ram. Harga belum bisa diungkapkan tetapi Rp25 juta permeter untuk tanah dan bangunan dengan anggaran total Rp1,6 triliun untuk pembebasan tanah,” pungkasnya.