Pembangunan Stadion Mini Berlisensi FIFA di SOR Jalak Harupat Terus Dikebut

Pengerjaan pembangunan Stadion Mini berlisensi FIFA di Komplek SOR Jalak Harupat terus dikebut. Rencananya, Stadion Mini tersebut akan rampung dibangun pada 26 Desember 2019. 

Pembangunan Stadion Mini Berlisensi FIFA di SOR Jalak Harupat Terus Dikebut
(Foto: Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Pengerjaan pembangunan Stadion Mini berlisensi FIFA di Komplek SOR Jalak Harupat terus dikebut. Rencananya, Stadion Mini tersebut akan rampung dibangun pada 26 Desember 2019. 

Stadion Mini yang menghabiskan anggaran APBD Provinsi Jawa Barat senilai Rp 15 miliar itu, pengerjaannya masih di angka 50 persen. Kendati demikian, Dispora Kabupaten Bandung memastikan jika pembangunan akan selesai tepat waktu. 

Wakil Bupati Gun Gun Gunawan saat meninjau proses pembangunan Stadion Mini itu mengatakan, dibangunnya Stadion Mini tersebut adalah jawaban dari keinginan masyarakat Kabupaten Bandung yang ingin ada pelayanan di bidang olahraga khususnya sepak bola. 

"Banyak masyarakat yang ingin menggunakan stadion utama. Tapi itu tidak memungkinkan. Makanya stadion ini dibangun di spot yang masih bisa dibangun," kata dia saat meninjau pengerjaan pembangunan Stadion Mini, Kamis( 28/2019). 

Meski disebut Stadion Mini, kata Gun Gun, stadion tersebut tetap memiliki luas sesuai standar. Hanya saja, tribun stadion tersebut hanya menampung kapasitas penonton yang lebih sedikit. 

"Kalau luas lapangnya standar FIFA, rumputnya juga standar FIFA. Cuma tribunnya saja yang muat diisi sekitar 400 penonton," ujarnya.

Gun Gun berharap, pengerjaan pembangunan stadion mini bisa rampung tepat waktu. Sehingga, stadion tersebut bisa jadi aset untuk tempat berlatih sejumlah klub yang akan berlaga di Stadion Jalak Harupat dan masyarakat bisa menggunakannya. 

Apalagi, kata Gun Gun, dibangunnya Stadion Mini tersebut juga wujud keseriusan Pemkab Bandung jika sewaktu-waktu Stadion Si Jalak Harupat ditunjuk sebagai veneu pelaksanaan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.

 Kadispora Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana mengklaim jika lapang dan rumput yang digunakan di Stadion Mini tersebut bersertifikasi internasional. 

Gun Gun merasa optimistis jika pengerjaan pembangunan stadion tersebut bisa rampung sesuai waktu yang telah ditentukan. Menurut dia, setelah pemasangan rumput sintetis jenis Limonta dari Italia, progres pengerjaan bisa mencapai 90 persen lebih. 

"Pemasangannya rumput awal Desember ini. Otomatis setelah dipasang progres akan melonjak di angka 90 persen. Akhir Desember bisa selesai," katanya.

Slamet melanjutkan, setelah selesai, untuk finishing akan dilakukan di tahun 2020. Sehingga pada 2020, Stadion Mini sudah bisa digunakan. 

"Fasilitas lain yang ada itu toilet, kantin, ruang ganti, ruang coaching, ruang pelatih dan ruang wasit. Semuanya bersertifikasi internasional," ujarnya.(rd dani r nugraha).


Editor : Bsafaat