Pembebasan Lahan dan Pembangunan SMP Negeri 5 Cibinong Diundur Terkena Refocusing

Rencana pembebasan lahan dan pembangunan gedung SMP Negeri 5 Cibinong tahun ini pun tidak terwujud. Anggaran sebesar Rp18 miliar bergeser untuk keperluan lain.

Pembebasan Lahan dan Pembangunan SMP Negeri 5 Cibinong Diundur Terkena Refocusing
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim pun menyayangkan tergesernya anggaran untuk pembebasan lahan SMP Negeri 5 Cibinong tersebut pada APBD 2026 murni. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Sudah 6 tahun diusulkan, rencana pembebasan lahan dan pembangunan gedung SMP Negeri 5 Cibinong tidak juga terwujud.

Informasi yang dihimpun, anggaran sebesar Rp18 miliar yang disiapkan untuk membebaskan lahan SMP Negeri 5 Cibinong bergeser. Mata anggaran itu terkena refocusing untuk pembebasan lahan SMP Negeri 3 Kemang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim pun menyayangkan tergesernya anggaran untuk pembebasan lahan SMP Negeri 5 Cibinong tersebut pada APBD 2026 murni.

Agus Salim pun meminta agar pada APBD Perubahan 2026, Dinas Pendidikan kembali menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan SMP Negeri 5 Cibinong.

"Kami meminta, Dinas Pendidikan kembali menyiapkan angagran untuk pembebasan lahan SMP Negeri 5 Cibinong di APBD Perubahan 2026," pinta Agus Salim kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Politisi PKS itu menambahkan, bahwa pada 2027 mendatang Dinas Pendidikan harus menyiapkan anggaran untuk pembangunan Gedung SMP Negeri 5 Cibinong.

"Tahun ini kita harus siapkan anggaran untuk pembebasan lahan, Tahun 2027 mendatang kita usahakan dimulai pembangunan gedung SMP Negeri 5 Cibinong," tambahnya.

Sedangkan, Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bogor Achmad Maulana menerangkan ada alasan lain selain karena terkena refocusing. Alasan itu lantaran tidak sinkronnya harga pasar yang diminta pemilik lahan dengan harga apraisal atau penawaran Pemkan Bogor juga menjadi hambatan.

"Pemilik lahan meminta harga setingkat pasar, sementara Pemkab Bogor punya tim yang menilai harga lahan. Jadi belum ada titik temunya," terang Achmad.


Editor : Doni Ramdhani