Pemborong RSUD Akhirnya Tanda Tangan Pakta Integritas
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor – Banyaknya desakan berbagai pihak agar pembangunan gedung perawatan Blok 3 RSUD Kota Bogor berjalan lancar dan sesuai spesifikasi, membuat pelaksana pembangunan PT Trikencana Sakti melakukan penandatanganan pakta integritas.
Plt Dirut RSUD Rubaeah mengatakan, pakta integritas sudah dibangun dengan pihak kontraktor pelaksana PT Trikencana Sakti. Penandatanganan pakta integritas dihadiri Pokja, Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) atau Inspektorat, TP4D dan Direktur PT Trikencana Sakti Utama.
“Pendandatanganan pakta integritas sudah dilaksanakan Rabu kemarin di RSUD,” ungkap Rubaeah di Bogor, Kamis (13/6/2019).
Rubaeah melanjutkan, dalam pakta integritas, ada sejumlah pokok utama kesepakatan wajib yang akan dipenuhi pihak pelaksana pembangunan. Salah satunya, pekerjaan pembangunan gedung perawatan baru harus dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan yang sudah ditentukan dan dijanjikan.
“Sampai saat ini waktu pengerjaan itu semakin mundur saja. Awalnya 200 hari, sekarang sudah tinggal 190 hari. Jadi persoalan waktu pengerjaan itu penting dan mereka harus tepat waktu,” tegasnya.
Ia menambahkan, hal lainnya soal kualitas hasil pekerjaan pembangunan yang harus sesuai dengan RAB dan speknya. Pelaksana diminta tak mengubah RAB dan harus sesuai dengan perencanaan. Karena dengan waktu yang sangat pendek mempengaruhi kepada hasil pekerjaan. Belum lagi soal anggaran juga ikut menentukan kualitasnya.
“Pembangunan gedung perawatan baru empat lantai itu akan selesai 27 Desember 2019. Jadi ketika selesai nanti, hasil pekerjaannya harus berkualitas sesuai spek,” jelasnya.
Rubaeah menjelaskan, sanksi tegas juga akan diberikan kepada pihak pelaksana pembangunan apabila terjadi pelanggaran. Dari mulai teguran hingga melaporkan kepada tim untuk ditindaklanjuti.
“Sanksi beratnya selain kena penalti, juga perusahaan itu bisa di-blacklist,” jelasnya.
Rubaeah membeberkan, selama proses pembangunan, tim teknis dan pengawas akan bekerja mengawasi ketat pembangunan itu. Saat ini akan dimulai pembongkaran di lokasi yang akan dibangun dan setelah itu baru mulai persiapan pembangunan.
Selain itu, dalam pakta integritas juga diminta agar pihak kontraktor mendahulukan barang-barang yang dibeli secara impor, supaya barang itu tersedia sejak awal.
“Ada sejumlah barang impor yang harus disiapkan saat ini. Genset, misalnya, harus segera diadakan karena itu barang impor. Kami awasi ketat pembangunannya dan tim akan terus memantau,” pungkasnya. (rizki mauludi/ing)
Editor : Bsafaat

