Pembunuh Noven Terus Diburu, 15 Saksi Diperiksa

Aparat Kepolisian telah memeriksa 15 orang saksi dalam kasus penusukan siswi SMK Baranangsiang Andriana Yubelia Noven Cahya (18).

Pembunuh Noven Terus Diburu, 15 Saksi Diperiksa
Seorang bocah menyalakan lilin di tempat kejadian perkara penusukan Noven
INILAH, Bogor - Aparat Kepolisian telah memeriksa 15 orang saksi dalam kasus penusukan siswi SMK Baranangsiang Andriana Yubelia Noven Cahya (18).
 
Kemungkinan jumlah saksi yang diperiksa akan bertambah apabila masih ada kebutuhan keterangan untuk melengkapi berkas kepolisian.
 
"Kami dari Polsekta Bogor Timur melakukan pemeriksaan secara manual untuk melengkapi berkas dan mindik-mindiknya. Semua saksi diperiksa di Polsekta Bogor Timur, untuk tim cyber dan IT dari Polisi Daerah (Polda) Jawa Barat fan Markas Besar (Mabes) Polri. Kalau sudah ada hadil dari tim khusus cyber akan diberikan kepada kami," ungkap Kapolsekta Bogor Timur, Kompol Masudi Widodo kepada INILAH KORAN,  Minggu (13/01) siang WIB.
 
Masudi melanjutkan, ada beberapa saksi yang baru-baru ini diperiksa pihaknya. Jumlah  terakhir itu ada sekitar 15 orang saksi. Tetapi jumlah 15 belum ditambah dengan beberapa saksi yang baru kemarin diperiksa.
 
"Saksi orang disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan teman-teman korban. Jumlah pastinya dengan yang terbaru belum diketahui," tambahnya. 
 
Masudi menjelaskan, tidak ada masyarakat ataupun orang yang melihat pelaku. Hal itu dikarenakan korban ditemukan 15 menit setelah kejadian oleh orang yang lewat di tempat kejadian. 
 
"Pelaku terlihat di CCTV ke atas ke arah Majid Raya atau Terminal Baranangsiang. Tapi kan banyak jalan, bisa ke jalan langsung atau ke masjid,  kendalanya tidak ada CCTV dekat pintu keluar jalan Masjid Raya Kota Bogor, " jelasnya.
 
Masudi membeberkan, barang bukti yang berhasil dikumpulkan telah dikirim ke Mabes Polri, jadi tinggal menunggu bentuk sketsa wajah dan sidik jari. Kedua masih dalam proses. 
 
"Kami masih menuggu hasilnya sidik jari sketsa wajah. Kami masih menangani kasus ini. Kami hanya cara manual saja,  yang IT dari Polda Jawa Barat dan Mabes Polri. Tim khusus cyber dilakukan oleh tim gabungan, Polda dan Mabes Polri. Untuk penyebaran sketsa Polda dan
Mabes yang tangani bersama Satreskrim Polresta Bogor Kota," pungkasnya. 
 


Editor : inilahkoran