Pemeriksaan Barang Bukti Ledakan Amunisi Garut Berlanjut, TNI AD Libatkan 46 Saksi
Wahyu menyebutkan bahwa semua barang akan melalui proses uji analisis menggunakan metode khusus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengonfirmasi bahwa tim investigasi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan amunisi yang terjadi di Garut, Jawa Barat.
"Beberapa barang bukti yang sudah dikumpulkan oleh tim untuk nantinya dilaksanakan analisa," ujar Wahyu dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (15/5).
Meski tidak merinci jenis barang bukti yang dikumpulkan, Wahyu menyebutkan bahwa semua barang akan melalui proses uji analisis menggunakan metode khusus. Hasilnya akan dibandingkan dengan keterangan para saksi guna mendapatkan gambaran utuh mengenai penyebab ledakan tragis tersebut.
"Tim investigasi telah meminta keterangan beberapa saksi. Dari masyarakat ada 21 orang dan unsur TNI 25 orang," tambahnya.
Wahyu memastikan hasil dari investigasi masih dalam proses dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Kronologi Ledakan Amunisi Garut
Insiden ledakan terjadi saat personel TNI AD dari Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan melakukan kegiatan pemusnahan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, pada Senin (12/5) sekitar pukul 09.30 WIB.
Menurut Brigjen Wahyu, semua prosedur keamanan telah dilakukan sejak awal, termasuk pengecekan lokasi dan personel. Pemusnahan dilakukan dengan membuat dua lubang sumur sebagai tempat peledakan amunisi, yang kemudian diledakkan menggunakan detonator. Peledakan awal ini berlangsung aman dan sesuai rencana.
Namun, tragedi terjadi saat personel melanjutkan proses penghancuran detonator dengan metode serupa. Saat penyusunan detonator di lubang ketiga, mendadak terjadi ledakan yang tidak terduga.
"Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang," ungkap Wahyu.
Ledakan tersebut menewaskan 13 orang, terdiri dari empat personel TNI dan sembilan warga sipil. Kejadian ini menjadi salah satu insiden militer paling memilukan yang terjadi di wilayah Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga kini, TNI AD terus berupaya mengungkap penyebab pasti ledakan, sekaligus memberikan dukungan penuh bagi keluarga korban yang terdampak.
Editor : Firda Rachmawati

