Pemerintahan Kota Bogor Bersiap Laksanakan Kantong Lober dan Gertak PSN
Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati menuturkan, pihaknya telah mengumpulkan aparatur wilayah dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melaksanakan Gerakan Pemotongan Paralon Bersama (Kantong Lober), sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) terkait limbah domestik, serta pencanangan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati menuturkan, pihaknya telah mengumpulkan aparatur wilayah dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melaksanakan Gerakan Pemotongan Paralon Bersama (Kantong Lober), sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) terkait limbah domestik, serta pencanangan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Jadi pentingnya hubungan antara sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting dan program Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan," kata Syarifah, Senin 7 Oktober 2024.
Dia menjelaskan, pada saat ini pihaknya mengevaluasi data stunting, ternyata stunting beririsan dengan kondisi fisik lingkungan yang kumuh. Di daerah yang ODF-nya tinggi, angka stunting juga tinggi.
"Oleh karena itu, pendekatan sanitasi menjadi sangat penting dalam penanganannya," jelasnya.
Syarifah melanjutkan, pentingnya implementasi yang konsisten dan komitmen dari seluruh perangkat daerah untuk mempercepat penanganan ODF. Oleh karena itu, Pemkot Bogor telah membentuk tim khusus percepatan penurunan ODF.
"Kami telah bergerak secara bertahap, dimulai dari dua kelurahan yang telah ODF, kemudian bertambah menjadi 18, dan ke depannya akan ada lebih banyak lagi kelurahan yang dibantu," terang Syarifah.
Gerakan Pemotongan Paralon Bersama (Kantong Lober) menjadi salah satu upaya Pemkot Bogor dalam mengedukasi masyarakat agar tidak membuang limbah paralon sembarangan ke sungai, serta memperkuat kesadaran lingkungan agar tidak ada lagi tempat pembuangan air besar sembarangan.
"Ya, adanya sanksi yang akan diberikan apabila ada individu atau badan usaha yang membuang limbah domestik secara sembarangan. Ingat bahwa denda bagi perorangan itu Rp5 juta dan bagi badan usaha itu Rp50 juta," tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah siap melakukan pencanangan Gertak PSN untuk menekan angka penyebaran DBD di Kota Bogor karena data menunjukkan bahwa kasus DBD di Kota Bogor masih tinggi, terutama pada anak-anak sekolah.
"Seiring dengan musim hujan di Kota Bogor ini, kami harus mengaktifkan kembali Gertak PSN agar masyarakat sadar dan lebih peduli terhadap DBD, supaya tidak ada lonjakan kasus," beber Syarifah.
Ia menambahkan, Gertak PSN akan dilakukan oleh semua pemangku kepentingan (stakeholder) dengan melibatkan duta-duta PSN dan juru pemantau jentik (Jumantik) di sekolah-sekolah guna meningkatkan kesadaran anak-anak dan masyarakat tentang pentingnya memberantas sarang nyamuk. Gerakan ini akan dilakukan secara serentak di 68 kelurahan di Kota Bogor.
"Kami berharap dengan adanya gerakan-gerakan ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan, sehingga kita dapat menurunkan angka DBD dan penyakit lainnya," pungkas Syarifah.
Editor : Doni Ramdhani
