Pemilik PT Jang Bong Hebat Tuding BUMD PT BDS Lakukan Penipuan Berkedok Bisnis

Pemilik PT Jang Bong Hebat, M. Faisal Manaf salah satu korban dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh PT Bandung Daya Sentosa (BDS)

Pemilik PT Jang Bong Hebat Tuding BUMD PT BDS Lakukan Penipuan Berkedok Bisnis
Pemilik PT Jang Bong Hebat, M. Faisal Manaf salah satu korban dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh PT Bandung Daya Sentosa (BDS)

INILAHKORAN,Soreang- Pemilik PT Jang Bong Hebat, M. Faisal Manaf salah satu korban dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh PT Bandung Daya Sentosa (BDS) mengaku tertarik untuk bergabung menjadi suplayer ikan kembung ke Pemerintah Kabupaten Bandung karena ingin membantu mensukseskan program pemerintah dibidang ketahanan pangan.

"Awalnya saya tertarik karena ada program ketahanan pangan di Kabupaten Bandung. Makanya saya beberapa kali berusaha menemui pak Bupati Bandung Dadang Supriatna, namun tidak berhasil. Akhirnya, saya mengirimkan surat company profile perusahaan kami kepada pak Bupati," kata Faisal melalui sambungan telepon, Jumat 1 Agustus 2025. 

Tak disangka, kata Faisal, surat yang ia kirimkan kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna ini direspon. Saat itu Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan disposisi kepada Direktur Keuangan PT. BDS yang bernama Novi. Kemudian, Novi mendatangi Faisal di kantor PT. Jang Bong Hebat.

"Novi ini datang ke kantor saya, dia cerita lah bahwa benar kalau PT. BDS itu  untuk program ketahanan pangan. Lalu dia butuh ikan kembung untuk dibagikan kepada masyarakat" ujarnya.

Menurut Faisal, Novi ini memesan ikan kembung sebanyak 8 ton dengan spesifikasi perkilogramnya isi 5 hingga 6 ekor ikan kembung. Kemudian telah dibersihkan isi perut dan insangnya. Maka, Faisal pun menyanggupinya karena harganya telah sesuai, meski sebenarnya keuntungannya tak besar.

"Ketemulah cocok harganya walaupun mepet-mepet sedikit harganya enggak terlalu banyak untungnya tapi saya pikir untuk belajar tidak apa-apa, sambil lihat nanti kedepannya seperti apa. Nah, dia minta 8 ton ya,  dikirim tiga kan," katanya.

Dijelaskan Faisal, ikan kembung ini langsung dikirim kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung. Dan setiap pengiriman diterima oleh staf dari Dinas Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Bandung. Nah, Dinas Ketahanan Pangan ini mengarahkan pengiriman ikan kembung ini langsung ke kantor-kantor desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung.

 "Jadi kan pegawai pemerintah itu ada di kecamatan dan di kantor desa. Kami dengan mereka melakukan serah terima dan langsung dibagi-bagikan kepada masyarakat. Saat itu saat itu saya juga ikut senang karena ikut terlibat membantu ketahanan pangan masyarakat. Itu pada 3, 7  Oktober dan 6 Desember 2024 kalau tidak salah," katanya.

Kegiatan  bagi-bagi ikan kembung oleh Dinas Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Bandung ini, lanjut Faisal, sangat jelas dan nyata adanya. Bahkan, dengan bangga kegiatan tersebut diunggah diakun resmi media sosial facebook Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung. Dimana mereka memamerkan ikan-ikan yang diterima oleh masyarakat.

"Perjanjiannya mereka akan membayar kepada perusahaan kami setelah 30 hari. Tapi rupanya ternyata enggak dibayar sampai sekarang itu kan. Cuma bayar Rp 100 juta dan sisanya sampai sekarang tidak ada lagi pembayaran," ujarnya.

Faisal meyakini jika permintaan ikan kembung oleh PT. BDS itu atas pesanan atau order dari Pemerintah Kabupaten Bandung tepatnya Dinas Ketahanan Pangan dan telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung tahun anggaran 2024.

"Bisa jadi alurnya Dinas Katahanan Pangan pesan kepada PT. BDS, lalu PT. BDS ini memesan barangnya dan minta mengantarkannya kepada kami ke Dinas Ketahanan Pangan," katanya.

Kemudian, lanjut Faisal, meski PT. BDS ini belum memenuhi kewajiban pembayaran ikan kembung kepada PT. Jang Bong Hebat, namun Direktur Utama PT. BDS yakni Januar Norman malah meminta dan terus membujuk Faisal agar kembali melakukan kerjasama dengan mengirimkan puluhan ton ayam potong ke PT. Cahaya Prozen milik Haji Kastam. Bahkan Januar  mengajak ia untuk bertemu langsung dengan Haji Kastam di salah satu hotel di Jakarta.

"Karena Januar dan adik kandungnya yang ikut dalam pertemua dengan Haji Kastam ini terus meyakinkan saya, maka saya kirimlah beberapa puluh ton ayam. Dan ternyata begini tidak dibayar, jadi ini bukan bisnis tapi penipuan berkedok bisnis, dan teman-teman yang lain sesama vendor juga ternyata sama ditipu," katanya.

Menurut Faisal, bukan tanpa alasan ia menuding PT. BDS dan komplotannya sebagai penipu. Karena belakangan ia mengetahui jika sejak Juni PT. Cahaya Frozen milik haji Kastam ini tidak melakukan pembayaran kepada PT.BDS. Namun anehnya, kenapa Januar Norman meminta dan membujuk ia untuk melakukan pengiriman ayam pada September nya.

"Kan aneh sudah jelas perusahan itu macet enggak bayar. Tapi malah ngajak-ngajak dan meyakinkan saya jika tidak akan ada masalah dalam pembayarannya. Ternyata mereka itu sudah ada masalah dalam pembayaran kepada vendor-vendor lain sejak Juni 2024. Makanya saya bilang ini bisnis penipuan," katanya.(rd dani r nugraha)


Editor : Bsafaat