Para Vendor PT BDS Datangi Kemendagri, Desak Audiensi dan Pengawalan Kasus
Sejumlah vendor korban BUMD Kabupaten Bandung, PT Bandung Daya Sentosa (BDS), mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sejumlah vendor korban BUMD Kabupaten Bandung, PT Bandung Daya Sentosa (BDS), mendatangi Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Tujuannya, mereka menanyakan tindak lanjut surat permohonan audiensi sekaligus melaporkan perkembangan kasus yang merugikan para vendor.
Salah seorang vendor korban, Deded Aprila, mengatakan rombongan diterima staf Kemendagri. Dalam pertemuan tersebut, pihak Kemendagri menyatakan akan mengecek kembali proses surat yang telah diajukan sebelumnya.
“Dari pihak Kemendagri akan ditelusuri dulu, sudah sampai di mana proses surat kami,” kata Deded.
Dia menambahkan, sebelumnya Koordinator Forum Komunikasi Korban BDS (FKK-BDS) Faisal Manaf telah lebih dulu bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam pertemuan itu, Faisal menyampaikan langsung kronologi dan dampak kasus BDS.
“Bahkan saat itu Mendagri langsung menelepon Bupati Bandung untuk menanyakan persoalan ini,” ujarnya.
Tak hanya itu, dalam komunikasi tersebut Mendagri juga disebut telah menghubungi Inspektorat Jenderal Kemendagri guna memantau perkembangan kasus agar proses hukum berjalan objektif dan transparan hingga tuntas.
Sebagai langkah lanjutan, para korban berencana kembali mengirimkan surat audiensi melalui Faisal Manaf yang telah memiliki akses komunikasi langsung dengan Mendagri.
Sementara itu, terkait pemanggilan para korban oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung pada Selasa (21/4/2026), Deded menyebut hal itu bertujuan memperkuat keterangan yang sebelumnya telah disampaikan.
“Ada beberapa tambahan keterangan yang kami berikan agar di persidangan nanti semakin kuat dan bisa membuka kasus ini lebih jelas,” katanya.
Adapun korban yang hadir dalam pemeriksaan tersebut di antaranya Faisal Manaf, Yudhi Pradana, Deded Aprila, Vita Theresia, Heni Kurniawati, Yuan Nilasari, serta sejumlah staf perusahaan korban lainnya.
Diketahui, Direktur Utama PT BDS Yanuar Budinorman telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung.
Dia diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi, penipuan, dan penggelapan melalui modus pengadaan ayam boneless yang merugikan para vendor dan keuangan daerah hingga lebih dari Rp100 miliar.
Editor : Doni Ramdhani

