Pemkab Bogor Jaga Tata Ruang Demi Tangani Banjir

Bencana banjir tidak hanya di hilir seperti Jakarta, tetapi sejak beberapa tahun ini juga terjadi di hulu, bahkan juga terjadi di Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Pamijahan yang merupakan hulu Sungai Ciliwung dan Cisadane.

Pemkab Bogor Jaga Tata Ruang Demi Tangani Banjir
Untuk itu, Pemkab Bogor berkomitmen akan menjaga tata ruang dan menghijaukan kembali Kabupaten Bogor. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Bencana banjir tidak hanya di hilir seperti Jakarta, tetapi sejak beberapa tahun ini juga terjadi di hulu, bahkan juga terjadi di Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Pamijahan yang merupakan hulu Sungai Ciliwung dan Cisadane.

Untuk itu, Pemkab Bogor berkomitmen akan menjaga tata ruang dan menghijaukan kembali Kabupaten Bogor.

"Kami tidak akan mengalihfungsikan lahan hijau, karena perubahan rencana tata ruang wilayah 'dikunci' hingga  di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2029," ucap Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Selasa 13 Januari 2026.

Rudy Susmanto menuturkan, jumlah situ danau embung dan waduk di Bumi Tegar Beriman ada 80 lokasi lebih. Namun, ternyata ada alih fungsi lahan sawah dan perkebunan, jadi perumahan,  maupun peruntukan lainnya.

"Oleh karena itu, kami pun membangun hutan kota di setiap kecamatan, minimal lahannya satu hektare dan kalau bisa lebih dari satu hektare serta di desa maupun kelurahan, juga dibangun hutan kota," tutur Rudy Susmanto.

Selain itu, lanjut politisi Partai Gerindra tersebut. eks perkebunan atau hak guna usaha (HGU) juga akan dibangun hutan kota.

"Di Pancawati, Caringin ada eks HGU seluas 36 hektare dan eks perkebunan di Kecamatan Citeureup seluas 48 hektare akan dijadikan hutan kota, selain itu di Jalan Raya Bojonggede - Kemang, kami pun melakukan penghijauan," lanjutnya.


Editor : Doni Ramdhani