INILAH, Garut - Untuk mendukung penguatan pasokan air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut, Pemkab Garut berencana membangun sumber mata air secara permanen di Kampung Sagara Desa Tenjonagara Kecamatan Sucinaraja.
Air dari sumber mata air tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Sucinaraja, Wanaraja, dan Karangpawitan.
"Alhamdulillah, kami telah menemukan sumber mata air yang sangat jernih, dan air ini akan digunakan untuk memperkuat PDAM dengan kebutuhan air untuk masyarakat. Dan semoga dapat bermamfaat bagi masyarakat," kata Bupati Garut Rudy Gunawan, Rabu (20/2/2019).
Menurutnya, di kawasan Desa Tenjonagara sendiri terdapat cadangan sumber mata air di dua lokasi. Selain untuk PDAM, air dari dua sumber mata air tersebut dapat digunakan untuk kepentingan pertanian masyarakat.
"Jadi, Dinas Pertanian akan akan membuat sumur-sumur, lalu kita alirkan ke lahan pertanian masyarakat. Sumber mata air itu juga kita akan gunakan untuk PDAM. Investasinya cukup besar sekitar Rp10-15 miliar, dan anggarannya sudah ada," ujarnya.
Realisasi investasi tersebut akan dimulai pada 2019 ini. Tahap awal diutamakan mengoptimalkan dana sekitar Rp3 miliar untuk PDAM. Sedangkan sebagian lagi untuk mata air di Kampung Sagara.
"Untuk pembangunan tahun depan kita rencanakan lebih matang lagi. Kita menargetkan pada tahun 2020 nanti PDAM harus menambah sekitar 10 ribu sambungan baru kepada pelanggan," ujarnya.
Rudy menyebutkan, Pemkab Garut sendiri saat ini sedang fokus mengoptimalisasi pelayanan dasar tentang kebutuhan air kepada masyarakat, dan harus sudah selesai pada 2024 mendatang.
Untuk menjangkau lokasi mata air di Kampung Sagara itu Rudy dan rombongan mesti menggunakan sepeda motor ke titik persimpangan Kampung Sagara melewati jalan dengan kondisi cukup membahayakan, berjarak sekitar dua kilometer. Orang nomor satu di Garut itu didampingi Kepala Dinas PUPR Uu Saepudin dan Direktur PDAM Tirta Intan Garut Doni Suryadi.
Selanjutnya, rombongan mesti berjalan kaki sekitar satu kilometer menyusuri jalan setapak yang kondisinya licin, dan menurun.