Pemkab Garut Siapkan Rp9 M untuk Lahan Sekolah Rakyat Seluas 4,9 Hektare di Samarang
Pemkab Garut menyiapkan anggaran Rp9 miliar untuk membeli lahan Sekolah Rakyat seluas 4,9 hektare di Samarang. Pembangunan ditargetkan oleh pemerintah pusat pad
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyiapkan anggaran Rp9 miliar untuk membeli lahan seluas 4,9 hektare di Kecamatan Samarang yang akan dijadikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat definitif.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan anggaran pembelian lahan tersebut direncanakan melalui anggaran perubahan Pemkab Garut 2026.
"Kemarin kita meminta mengalokasikan anggaran untuk pembelian tanah. Kita di angka Rp9 miliar untuk pembelian tanah di Samarang," kata Nurdin di Garut, seperti dikutip dari Antara, Selasa (13/10/2026).
Ia menuturkan, program Sekolah Rakyat di Kabupaten Garut saat ini sudah berjalan dengan memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) Samarang sebagai lokasi sementara.
Namun, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah menyiapkan lahan yang memadai untuk pembangunan sekolah secara permanen. Setelah melalui proses pencarian, Pemkab Garut menetapkan lahan di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, sebagai lokasi yang akan dibeli.
"Kita mendapatkan alokasi pembelian itu, dan alokasi pembelian itu rencananya di bulan Oktober dalam perubahan anggaran," ujarnya.
Setelah proses pembelian dan pembebasan lahan selesai, pembangunan Sekolah Rakyat akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Pemkab Garut berharap pembangunan dapat memperoleh alokasi anggaran pada tahun anggaran 2027.
"Kita juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian Sosial. Semoga setelah pembebasan lahan, ada peluang mendapatkan alokasi pembangunan. Pembangunannya dilakukan oleh pusat," kata Nurdin.
Lahan Sekolah Rakyat Garut Seluas 4,9 Hektare
Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, mengatakan lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat memiliki luas 4,9 hektare.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu informasi dari pemerintah pusat mengenai kepastian waktu pembangunan dan besaran anggaran yang akan dialokasikan.
"Targetnya, untuk pembangunan dapat kabar di bulan Oktober 2026. Anggaran dari pusat belum tahu berapa. Kekurangannya nanti akan direncanakan dalam anggaran murni tahun 2027," kata Marlinda.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat di Garut untuk tahun ajaran 2025/2026 telah menerima angkatan pertama dengan jumlah 75 siswa. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di BLK Samarang.
Sementara itu, penerimaan siswa untuk angkatan tahun ini tidak dilaksanakan di Garut. Para siswa diarahkan untuk belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang karena pembangunan fasilitas definitif di Garut belum selesai.
"Angkatan sekarang sudah ke Sumedang," ujarnya.
Pemkab Garut berharap kesiapan lahan tersebut dapat mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat definitif sehingga program pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan dapat berjalan dengan fasilitas yang lebih memadai.
Editor : Ahmad Sayuti
