Gus Ipul Bidik 500 Gedung Permanen Sekolah Rakyat dalam 4 Tahun se-Indonesia

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dalam tiga hingga empat tahun ke depan. 

Gus Ipul Bidik 500 Gedung Permanen Sekolah Rakyat dalam 4 Tahun se-Indonesia
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, program Sekolah Rakyat itu ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dalam tiga hingga empat tahun ke depan. 

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, program Sekolah Rakyat itu ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/10/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, jajaran kepala dinas, kepala sekolah, siswa, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Dia mengatakan, proses pembelajaran Sekolah Rakyat telah berjalan dengan baik. Tahun ini, sejumlah kegiatan belajar mulai menempati gedung permanen yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan.

Fasilitas tersebut meliputi laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, hingga perangkat pembelajaran berbasis teknologi melalui learning management system (LMS).

“Ini diharapkan menjadi bagian dari usaha untuk memberikan fasilitas yang cukup agar siswa-siswa menjadi generasi yang mampu ikut berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia,” katanya.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, termasuk mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan, putus sekolah, atau tidak bersekolah.

Proses penerimaan siswa mengacu pada kriteria sosial ekonomi, terutama kelompok desil 1 dan desil 2. Tidak ada tes akademik dalam seleksi awal.

Sebagai gantinya, siswa mengikuti masa matrikulasi selama lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan dan kesiapan belajar. Pendekatan ini diperlukan karena siswa memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda.

Bahkan, sebagian siswa telah putus sekolah selama dua hingga tiga tahun dan harus menjalani proses penyesuaian sebelum mengikuti pembelajaran secara penuh.

“Di Sekolah Rakyat memadukan antara pendekatan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial. Ini bagian dari program strategis Presiden Prabowo yang ingin menjangkau mereka yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Gus Ipul menyebutkan, saat ini lebih dari 44.000 siswa mengikuti pendidikan di 182 titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 titik telah menggunakan gedung permanen untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Dalam tiga hingga empat tahun mendatang, pembangunan 500 gedung permanen diharapkan mampu menampung lebih dari satu juta siswa.

Selain pendidikan, program ini juga menyasar peningkatan kesejahteraan keluarga siswa. Orang tua yang selama ini menerima bantuan sosial akan didorong mengikuti program pemberdayaan agar semakin mandiri.

Dukungan juga diarahkan pada perbaikan kondisi rumah melalui program pembangunan rumah layak huni.

“Jadi, ini adalah satu pendekatan yang mengintegrasikan seluruh program-program Bapak Presiden. Nanti siswanya lulus, orang tuanya diharapkan menjadi keluarga yang lebih mandiri,” tuturnya.

Untuk meningkatkan kemampuan digital siswa, pemerintah juga menyediakan laptop sebagai perangkat pembelajaran. Guru akan menggunakan laptop, sementara ruang kelas dilengkapi papan tulis digital atau smartboard.

Gus Ipul mengatakan, teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya membiasakan siswa dengan sistem pembelajaran digital. Namun, penggunaan laptop dibatasi untuk kegiatan belajar di kelas dan tidak diperbolehkan dibawa ke asrama.

Hingga saat ini, lebih dari 15.000 laptop telah dibagikan kepada siswa tahun ajaran 2025. Pemerintah juga merencanakan tambahan sekitar 30.000 unit pada tahun ini yang masih dalam proses pengadaan.

Ke depan, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai kemampuan, baik ke jenjang sekolah berikutnya, perguruan tinggi, maupun memasuki dunia kerja dengan keterampilan yang memadai.


Editor : Doni Ramdhani