Pemkot Bandung dan PKK Inventarisasi Produk Unggulan

Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung untuk menginventarisasi produk makanan anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K)-PKK. 

Pemkot Bandung dan PKK Inventarisasi Produk Unggulan
(Istimewa)

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung untuk menginventarisasi produk makanan anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K)-PKK. 

Inventarisasi produk makanan, bertujuan mendata sekaligus memberikan arahan untuk percepatan pemasaran. Selain itu, inventarisasi juga menjadi instrumen perencanaan sekaligus alat ukur untuk menilai keberhasilan program UP2K-PKK. 

“Kita menginventarisasi produk-produk UP2K-PKK dari semua kecamatan dan kelurahan. Ternyata produknya sangat banyak dan bervarian rasanya,” kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Fox Harris City Center Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung pada Selasa (10/3/2020). 

Produk unggulan warga Kota Bandung, diharapkan dia bisa dipasarkan lebih luas meski pun saat ini pemasarannya masih sekitar Kota Bandung. Sebab, makanan dan minuman salah satu potensi bisnis yang prospektif. 

"Kita berharap produk unggulan ini bisa digunakan secara internal, agar pemasarannya berjalan. Apalagi Kota Bandung terkenal sebagai salah satu pusat wisata kuliner yang bisa memanjakan pengunjung dengan berbagai rasa," ucapnya.  

Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded menyampaikan, UP2K ini berkelompok per kelurahan. Hampir ada 5-30 kelompok di setiap kelurahan. Jika rata-rata 10 kelompok dengan sebanyak 151 kelurahan, maka Kota Bandung memiliki lebih dari 1.500 kelompok.

“Harapannya yang digagas dan dikelola PKK ini mampu unggul dan berdaya saing, memenuhi kebutuhan keluarga. Berdaya saing itu, ada bimbingan, pembinaan, soal dengan ‘packaging’, branding rasa, pemasaran modal, itu melibatkan cukup banyak. Intinya kolaborasi dengan semua stakeholder,” kata Siti.  

Agar lebih berdaya saing, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung ditambahkan dia memberikan fasilitas sertifikasi halal. 

“Pemkot Bandung memberikan penetrasi untuk berkreasi. Bandung itu kota tujuan wisata, ada enam juta wisatawan yang datang. Kita berikan ruang kepada para pengrajin untuk tampil berbahan lokal, berbudaya lokal tapi berselera global, masuk pasar lokal internasional,” ucapnya. (yogo triastopo) 

 


Editor : Bsafaat