Pemkot Bandung Jamin Asupan Gizi Anak Tetap Terpenuhi Selama Libur Sekolah
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan, program makan gizi gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut, dilakukan untuk menjamin anak-anak tetap memperoleh asupan makanan bergizi meskipun tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan, program makan gizi gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut, dilakukan untuk menjamin anak-anak tetap memperoleh asupan makanan bergizi meskipun tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, libur sekolah tidak seharusnya membuat kebutuhan gizi anak terabaikan. Asupan makanan bergizi tetap menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Saya kira itu diperlukan, karena bukan berarti libur terus anak-anak tidak makan yang bergizi,” kata Farhan pada Jumat 26 Desember 2025.
Ia menjelaskan, peran pemerintah kota adalah memastikan kebijakan MBG dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan. Salah satu langkah yang dilakukan, yakni memastikan makanan yang diproduksi oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) memenuhi standar kelayakan konsumsi.
“Kalau kita kan menjaga agar kebijakan itu berjalan, maka yang kami lakukan memastikan bahwa SPPG itu memproduksi makanan yang layak makan. Jadi mungkin bukan makanan-makanan basah, tapi biasanya berupa snack yang bisa diambil di sekolah masing-masing,” ucapnya.
Farhan menilai, meskipun sekolah diliburkan. Anak-anak tetap membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, untuk menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, program MBG dinilai tetap relevan untuk dijalankan selama masa liburan.
Ia juga menambahkan, sebagian besar warga Kota Bandung menghabiskan waktu liburan di dalam kota. Menurutnya, hanya sebagian kecil masyarakat yang bepergian ke luar kota dan itupun tidak dalam waktu lama.
“Berapa persen yang keluar kota, tetap liburan dalam kota. Kalaupun keluar kota, paling hanya sehari dua hari dan tidak serempak kan,” ujar dia.
Editor : Ahmad Sayuti
