Pemkot Bandung Siapkan Rp200 Juta per RW, Syaratnya Bebas Sampah
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, RW bukan hanya penghubung antara pemerintah dan warga. Melainkan pemimpin yang memegang tanggung jawab moral, dan sosial dalam menciptakan lingkungan yang sehat, tertib serta bersih dari sampah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Wali kota bandung, Erwin mengatakan, RW bukan hanya penghubung antara pemerintah dan warga. Melainkan pemimpin yang memegang tanggung jawab moral, dan sosial dalam menciptakan lingkungan yang sehat, tertib serta bersih dari sampah.
“RW adalah pemimpin. Mereka harus adil, mampu memberi kenyamanan dan menghadirkan manfaat bagi warganya. Itu kunci agar program pemerintah berjalan efektif,” kata Erwin pada Jumat 12 September 2025.
Ia menjelaskan, Pemkot Bandung tengah mendorong seluruh RW agar terlibat aktif dalam program kawasan bebas sampah (KBS). Setiap RW penerima bantuan dana, diwajibkan menjaga kebersihan lingkungan sebagai syarat utama.
“Kita punya program Prakarsa, di mana setiap RW akan mendapat dukungan dana sebesar Rp200 juta. Tapi itu bersyarat. RW harus berstatus KBS. Kalau sudah KBS, artinya masyarakat siap mewujudkan Bandung bebas sampah,” ucapnya.
Menurut Erwin, dukungan anggaran ini bukan sekadar bantuan. Melainkan investasi sosial untuk mendorong kemandirian warga. Dana tersebut, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat seperti peningkatan infrastruktur dan pelayanan dasar.
Ia juga meminta para ketua RW untuk menjalankan tugas dengan mengedepankan dua prinsip utama yakni berlaku adil dan berani menegakkan nilai sosial di tengah masyarakat.
“Kalau ada masalah, RW jangan diam. Kalau bisa, selesaikan dengan tindakan. Kalau tidak bisa, sampaikan kepada pemerintah. Kalau masih terbatas, doakan agar ada jalan keluar,” ujar dia.
Erwin menyinggung delapan sifat Rasulullah sebagai pedoman moral bagi RW dalam memimpin, seperti amanah, tabligh, fathanah, tasamuh hingga tawadhu. Nilai-nilai tersebut, menurutnya penting dalam membangun kepercayaan warga.
Sebagai mantan Ketua RW, ia mengaku memahami betul dinamika di tingkat masyarakat. Pengalaman itu disebutnya menjadi bekal dalam mendorong peran RW agar tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga sosial dan spiritual.
“RW adalah garda terdepan pemerintah. Kalau RW kuat, masyarakat kuat. Dan kalau masyarakat kuat, pembangunan Kota Bandung akan lebih mudah tercapai,” tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti
