INILAH, Cimahi - Hasil panen padi di Kota Cimahi di 2018 diklaim meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 2017 produksi padi hanya mencapai 1.196 ton, dengan capaian produktivitasnya 6,67 ton per hektare.
"Kalau 2018 naik jadi 1.559,4 ton, dengan capaian produktivitasnya 6,67 ton per hektare," kata Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari saat dihubungi.
Panen padi itu diperoleh dari 137,14 lahan sawah tersisa di Kota Cimahi atau 3,43 persen dari total luas wilayah Cimahi yang hanya 40 kilometer persegi lebih.
Lahan sawah tersebar di Kecamatan Cimahi Utara 85,42 hektare, di kecamatan Cimahi Selatan 46,3 hektare dan Kecamatan Tengah 4,42 hektare.
"Kalau di cimahi rata-rata panen itu dua kali panen dalam setahun," ujarnya.
Namun, tentu saja hasil panen padi itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 600 ribu jiwa warga Kota Cimahi, mengingat cimahi bukanlah daerah penghasil pangan. Kebutuhan pangan warga Cimahi dperkirakan 3.700 ton per bulan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, pihaknya mengandalkan ketersediaan beras yang ada di pasar yang dipasok dari luar Kota Cimahi.
"Biasanya beras yang masuk ke pasar tradisional Cimahi dipasok dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Banjar dan Tasikmalaya," beber Mita.
Untuk lebih meningkatkan produksi padi, lanjut Mita, pihaknya baka terus menggalakan penerapan Varietas Unggul Baru (VUB), penerapan teknologi sistem budidaya padi jajar legowo, pemupukan yang berimbang, serta penanggulangan hama dan penyakit tanaman, serta penanganan pasca panen yang tepat.