Pemkot Matangkan Rencana Pembangunan SMA Negeri Baru di Kota Bogor, KCD wilayah II Jawa Barat Beri Lampu Hijau
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi memaparkan, perihal rencana Pemkot Bogor untuk menambahkan jumlah Sekolah Menengah Akhir (SMA) Negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi memaparkan, perihal
rencana Pemkot Bogor untuk menambahkan jumlah Sekolah Menengah Akhir (SMA) Negeri.
Saat ini pihaknya telah melakukan kajian dan perencanaan yang telah dilakukan, termasuk dengan memetakan lokasi untuk calon lokasi Unit Sekolah Baru (USB) bersama perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 2 Provinsi Jawa Barat.
Rudy memaparkan, survei lokasi USB merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Sekda Kota Bogor, Disdik Kota Bogor dan Bapperida Kota Bogor pada pekan lalu. Lahan ini merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan luas 5.327 meter persegi dan tidak berada jauh dari jalan raya.
"Lokasi ini termasuk yang ideal untuk dibangun USB SMA/ SMK Negeri baik dari aspek luasan dan kondisi lahan yang cenderung datar. Hasil analisis Badan Informasi Geospasial (BIG) lokasi di Kelurahan Kayumanis ini memenuhi banyak kriteria untuk dibangun USB SMA/ SMK Negeri. Insya Allah, pas untuk SMA Negeri 11 Kota Bogor," ungkap Rudy dikutip pada Minggu 28 September 2025.
"Kemudian teman-teman KCD memberikan catatan soal akses jadi lokasi ini dijadikan SMA/ SMK Negeri di wilayah Kecamatan Bogor Utara. Nanti, kami akan diskusikan secara khusus,". tambah Rudy.
Rudy menjelaskan, titik ketiga lahan seluas kurang 8.900 meter persegi di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Lokasinya bersebelahan dengan GOR Bogor Selatan. Menurutnya, lokasi ini memiliki nilai plus karena sudah memiliki kawasan olahraga terpadu yang nanti bisa dimanfaatkan oleh peserta didik SMA/ SMK Negeri baru.
"Pembangunan unit sekolah baru untuk level SMA dan SMK Negeri di Kota Bogor, memang telah menjadi prioritas kota. Saat ini, di Kota Bogor terdapat 10 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri dengan daya tampung sebanyak5.148 peserta didik," jelasnya.
"Jumlah ini jauh dari ideal jika dibandingkan dengan jumlah peserta didik yang duduk di kelas 3 SMP Negeri dan SMP Swasta yang rata-rata pertahunnya mencapai 13.661 peserta didik. Ketimpangan ini yang telah melahirkan masalah tahunan ketika proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tengah masih tingginya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMA atau SMK Negeri," tegas Rudi.
Rudy menekankan, Pemkot Bogor sudah tiga kali mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Barat terkait urgensi pembangunan USB SMA/ SMK Negeri di Kota Bogor.
"Alhamdulilah harapan warga Kota Bogor telah direspon dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam tahun anggaran 2026. Semoga kehadiran USB SMA/ SMK Negeri di Kota Bogor dapat berperan meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kota Bogor yang sampai sekarang masih di angka 10,71 tahun," pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah II Jawa Barat, Arso menuturkan, bahwa lokasi yang sudah ditinjau cukup strategis untuk dibangun SMA Negeri.
"Lokasi ini sangat strategis, dan nampaknya sangat pas untuk dibangun SMA Negeri. Kami akan laporkan kepimpinan," tutur Arso.
Arso menjelaskan, titik kunjungan lapangan berikutnya adalah lahan yang terletak di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.
"Dengan luasan 6.330 meter persegi, lokasi ini berhadapan dengan Puskesmas Pembantu Villa Duta. Hanya saja akses masuk menuju lokasi hanya bisa diakses kendaraan roda dua," jelasnya.***
Editor : JakaPermana

