Pemprov Berharap Segitiga Rebana Menjadi KSN Berjalan Mulus

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap pemerintah pusat memuluskan rencana Segitiga Rebana (Patimban-Kertajati-Cirebon) menjadi kawasan strategis nasional (KSN).

Pemprov Berharap Segitiga Rebana Menjadi KSN Berjalan Mulus

IINILAH, Bandung- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap pemerintah pusat memuluskan rencana Segitiga Rebana (Patimban-Kertajati-Cirebon) menjadi kawasan strategis nasional (KSN).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Taufik BS menyampaikan, saat ini Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyelesaikan rencana induk salah satu pusat pertumbuhan di Rebana, yakni aetropolis.

 “Masterplan untuk aetropolis yang lebih luas dari aerocity, kalau aerocity sekitar 3.400 hektar, aerotropolis 24.000 hektar sekalian,” ujar Taufik BS. 

Menurut Taufik, Rebana bakal dikembangkan pertama kali di kawasan Kertajati, Majalengka. Setelah kota baru di dekat bandara terwujud maka selanjutnya bergerak ke aerotopolis. Setelah itu, beranjak pada pengembangan di kawasan Patimban, Subang dan Cirebon. 

“Kertajati pertama lalu Patimban dan Cirebon,” tuturnya.

Rebana sendiri masuk dalam pusat kegiatan nasional (PKN) namun belum masuk ke dalam kawasan strategis nasional (KSN) oleh Pemerintah Pusat. Bappeda menurutnya akan mengajukan agar kawasan tersebut masuk dalam KSN dalam tahapan yang sudah dimulai sejak pertengahan 2019 lalu. 

“Supaya penataan ruangnya diatur oleh Pemerintah Pusat, supaya pusat ikut serta membangun infrastruktur, insentif pajak dan tenaga kerja bersama Pemprov,” kata dia. 

Apabila urusan ini sudah tuntas, menurutnya status kawasan ekonomi khusus (KEK) Rebana akan didorong secara paralel. Taufiq mengaku status tata ruang ini menunggu lampu hijau dari pemerintah Pusat, meski saat Menko Perekonomian dijabat Darmin Nasution sudah menyetujui ajuan dari Jawa Barat. 

“Menteri keburu diganti, padahal waktu itu Pak Menko sudah setuju Rebana jadi Super KEK,” pungkasnya. (riantonurdiansyah) 

 


Editor : Bsafaat