Pemprov Jabar Pastikan Kepulangan Jamaah Haji ke Indonesia Aman

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, proses pemulangan jamaah haji asal Jabar ke Indonesia aman dan lancar.

Pemprov Jabar Pastikan Kepulangan Jamaah Haji ke Indonesia Aman
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, proses pemulangan jamaah haji asal Jabar ke Indonesia aman dan lancar.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, proses pemulangan jamaah haji asal Jabar ke Indonesia aman dan lancar.

Meski sempat muncul kekhawatiran adanya penundaan, akibat konflik antara Iran dan Israel yang disinyalir dapat memengaruhi penerbangan internasional di sekitar Timur Tengah, untungnya tidak terjadi.

Sebab sebelumnya, dua kloter jamaah SUB 43 dan SUB 44 dari Jeddah sempat tertunda kepulangannya karena pertimbangan keamanan jalur udara, akibat adanya eskalasi konflik Iran–Israel yang berdampak pada operasional maskapai pada Selasa 24 Juni 2025 kemarin. Meski akhirnya hari ini, Rabu 25 Juni 2025 dapat diterbangkan menuju Indonesia.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jabar Andrie Kustria Wardana mengatakan, untuk proses pemulangan jemaah haji asal Jabar hingga saat ini tidak mengalami kendala. Tidak ada kloter yang alami penundaan kepulangan.

"Alhamdulillah sampai saat ini penjadwalan penerbangan pulang untuk kloter Jabar aman. Mohon doanya lancar semua," kata Andrie dari Mekkah.

Selasa kemarin kata dia, kloter 26 JKS asal Kota Bandung telah mendarat dengan selamat. Demikian pula Rabu ini, Kloter 27, 28 dan 29 JKS pun mendarat di tanah air dengan selamat. Sementara kloter asal embarkasi KJT 10 dan 11 pun telah tiba di tanah air.

Andrie berharap proses pemulangan hingga akhir nanti berjalan lancar. Sejauh ini pihaknya terus menjalin kordinasi dengan Kanwil Kemenag Jabar maupun para ketua kloter, agar jamaah haji tetap tenang dan tidak panik.

Hingga Rabu ini, jumlah kloter yang sudah di tanah air dari embarkasi JKS yaitu 29 kloter, artinya di Arab Saudi tersisa 32 kloter lagi, sedangkan embarkasi KJT tersisa 17 kloter lagi. Proses pemulangan jamaah haji asal Jabar akan tuntas hingga 11 Juli 2025 mendatang.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa konflik antara Israel dan Iran sempat menjadi isu pada operasional penerbangan yang digunakan jemaah haji Indonesia. Meski demikian, Menag menjelaskan bahwa saat ini jadwal penerbangan jamaah haji sudah mulai lancar.

“Ini yang kita khawatirkan, ya. Dengan penyerangan terhadap Doha (Qatar) itu kan agak sedikit menyerong ke kiri ya. Jadi itu bisa sedikit agak terganggu,” ujar Menag kepada media, usai menjadi pembicara di Konferensi Internasional Transformasi Pesantren, pada Selasa (24/6/2025) di Jakarta.

Menag menjelaskan bahwa jalur penerbangan pesawat haji yang melalui kawasan Timur Tengah sempat mengalami penyesuaian karena eskalasi ketegangan antara Iran dan Israel. Hal ini berdampak pada setidaknya satu penerbangan yang mengalami keterlambatan dari jadwal yang harusnya.

“Tapi saya dengar hari ini sudah mulai lancar, karena agak sedikit menyerong ke kiri. Nah mudah-mudahan lah. Kita berdoa semoga situasi menjadi lebih baik,” ujarnya.

Menag pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan dan kelancaran proses ibadah haji, khususnya bagi para jemaah Indonesia yang saat ini tengah dalam masa pemulangan jamaah ke Tanah Suci.

“Saya dengar sudah mulai lewat ya pesawat-pesawat yang di sekitar Qatar. Mudah-mudahan lancar terus. Mohon doanya semuanya ya,” imbuhnya.

Kementerian Agama pun terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan maskapai, untuk memastikan seluruh penerbangan haji berlangsung aman dan sesuai jadwal, sambil memantau perkembangan situasi geopolitik yang tengah terjadi. ***


Editor : JakaPermana