Penataan Bundaran Jati Terganjal Kabel Optik, Pemkot Cimahi Temukan Vendor Jaringan Ilegal
Proyek pembangunan dan penataan bundaran Jati yang berada di Jalan Raden Demang Hardjakusumah dan Jalan Daeng Moh Ardiwinata Kota Cimahi terganjal banyaknya kabel fiber optik yang menggantung semrawut di kawasan tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Proyek pembangunan dan penataan bundaran Jati yang berada di Jalan Raden Demang Hardjakusumah dan Jalan Daeng Moh Ardiwinata Kota Cimahi terganjal banyaknya kabel fiber optik yang menggantung semrawut di kawasan tersebut.
Kendati Pemkot Cimahi telah berkoordinasi dengan berbagai pemilik jaringan. Namun, pihaknya kembali terkendala lantaran menemukan sejumlah vendor yang tidak terdaftar secara resmi.
"Kendala pembangunan bundaran Jati itu ada pada utilitas jaringan telekomunikasi atau kabel-kabel yang paling lama belum diturunkan semuanya," kata Jabatan Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Muda Bina Marga, Made Wardana, Senin 11 Agustus 2025.
"Tapi kita sudah berkoordinasi dengan Apjatel dan PLN. Jadi hanya tinggal pelaksanaannya saja," ujarnya.
Made menjelaskan, untuk infrastruktur duckting sudah rampung ditanam. Namun, untuk proses penurunan kabel belum selesai lantaran proses penyambungan dan pemutusan harus dilakukan secara berurutan agar jaringan tetap berfungsi.
"Kita sudah menyiapkan untuk ducting, sudah turun, infrastrukturnya sudah ditanam, tinggal penurunannya yang agak lama," jelasnya.
Menurut Made, koordinasi dengan para vendor memerlukan kehati-hatian. Sebab, kabel tidak bisa serta merta diputus karena harus terlebih dahulu disambungkan dengan jalur baru.
Tak cuma itu, persoalan kian rumit lantaran sebagian vendor diketahui tidak memiliki izin resmi dan tidak tergabung dalam asosiasi penyedia jaringan.
"Karena enggak mungkin vendor-vendor langsung putus, jadi harus nyambung dulu sebelum diputus di atas," ucapnya.
"Tapi sebagian memang sudah turun, tinggal sisa-sisanya dan itu ada yang vendornya enggak izin resmi, serta banyak yang liar," imbuhnya.
Sementara untuk kabel-kabel milik anggota Apjatel secara keseluruhan sudah diturunkan. Namun, sisanya justru berasal dari pihak-pihak yang tidak teridentifikasi dan sulit diajak berkomunikasi.
"Makanya yang masuk ke Apjatel itu sudah turun semua, berarti yang sisa-sisanya ada yang enggak ikutan Apjatel, itu yang susah karena kita kehilangan kontak," tandasnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


