Pencapaian Unpas di Usia ke-59 Tahun

Universitas Pasundan (Unpas) berdiri pada 14 November 1960. Keberadaan dan pengembangannya tidak lepas dari tujuan dan cita-cita Paguyuban Pasundan.

Pencapaian Unpas di Usia ke-59 Tahun
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Universitas Pasundan (Unpas) berdiri pada 14 November 1960. Keberadaan dan pengembangannya tidak lepas dari tujuan dan cita-cita Paguyuban Pasundan.

Sebagai organisasi induk yang lahir tahun 1913, eksistensinya tidak terlepas dari garapan pengabdian Paguyuban Pasundan, terutama dalam turut mencerdaskan kehidupan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Unpas telah tumbuh dan berkembang menjadi sebuah universitas terkemuka dan kebanggaan masyarakat, terbukti dari jumlah mahasiswa yang saat ini terbesar di lingkungan Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten.

Mahasiswa Unpas bukan saja berasal dari 33 Provinsi yang ada di Indonesia, tetapi juga dari mahasiswa asing negara-negara sahabat seperti Thailand, Turki, Malaysia, Singapura, Republik Somalia, Korea Selatan, Timor Leste, Polandia, Hongaria dan Afrika Selatan.

Pada usia ke-59 tahun, Rektor Unpas Eddy Jusuf mengatakan perguruan tinggi (PT) ini memiliki tujuan berdaya saing internasional. Reputasi akademik tahun 2017 terdapat 14 prodi yang terakreditasi A.

Pada 2019, Unpas meraih Akreditasi A untuk institusi, ranking PT Dikti ke-49, ranking PTS persi 4ICU/Unirank ke 10, ranking 33 4internasional colleges dan universites, dan ranking Web of universitas (webomerrics) ke 4490 di dunia pada 2018 dan 33 tingkat nasional pada 2018.

Sedangkan, untuk mahasiswa asing pada 2019 ini Unpas sudah memiliki 49 mahasiswa asing berasal dari China, Korea, Jepang, Malaysia, Philipina, Australia, Polandia, Kamboja, Fiji, Taiwan, Mongolia, UK, Timur Leste, dan Madagaskar.

"Dan kerja sama dengan luar negeri Unpas sudah menjadi kerasama dengan 43 luar negeri. Peran di Komunitas Internasional yakni sudah ada di 65 komunitas di Tahun 2019," ucap Eddy saat jumpa wartawan di Kampus 4 Unpas, Jalan Setiabudi, Bandung, Senin (23/12/2019).

Eddy menambahkan, dalam bidang penghargaan, Unpas meraih berbagai prestasi, pada 2008 Unpas meraih pengembangan Pembinaan Dikti melalui program PHK-I, 2014, meraih pengrhargaan QS Star, pada 2015 ISO-900:2008 tersertifikasi dan terintegrasi dengan IWA-2 dengan meraih Pasundan Halal Center.

Pada 2016, lanjut Eddy, Unpas meraih 10 PT terbaik dan meraih penghragaan dari Kemenristekdikti, Tahun 2017 Unpas meraih SPMI dengan mengantongi ISO-9001:2015 yang bermigrasi ke ISO 0 901:2015 dan terintegrasi dengan SNPT dan dibentuk UPT Akreditasi. Pada 2018, meraih Akreditasi Institusi BAN PT Unggul, dan pada 2019 berdirinya Fakultas Kedokteran.

Untuk reputasi akademik, Unpas mendirikan Fakultas Kedokteran yang dirintis sejak 2008, untuk generating fund yakni PT Pasundan Citra Utama, PT Motekar, Pas TV Jabar, dan BPS PAS.

"Bidang penelitian, Hibah Dikti Unpas dari 64 tahun 2019 naik menjadi 86 Hibah Dikti, Jurnal Internasional dari 250 naik Tahun 2019 menjadi 305, dan HKI serta Paten dai 209 Naik menjadi 404," ucap Eddy.

Target 2021 mendatang, Unpas memiliki target harus mengantongi 20 prodi terakreditasi internasional, mengadaptasi literasi baru untuk data, telnologi dan Humas ke 4.0, SPADA menjadi host pembelajaran jarak jauh, hilirisari penelitian menjadi unit bisnis, penelitian kluster mandiri dan peningkatan kualitas dan kuantitas desa binaan.

"Di bidang SDM taget yang akan dicapai yaitu, Implementasi SPMI (melampaui SNPT 135 Standar), Integrasi ISO 9001:2015 ke dalam SPMI, Akselerasi Jafung 31 Guru Besar dan Menuju Tata Kelola dan Infrastruktur Cyber University," imbuhnya. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani