Pendapatan Data XL Axiata Capai 82 Persen

Sejak 2016, PT XL Axiata selalu terdepan secara industri dalam menumbuhkan pendapatan data di tengah penurunan kontribusi pendapatan voice dan SMS. 

Pendapatan Data XL Axiata Capai 82 Persen
INILAH, Bandung - Sejak 2016, PT XL Axiata selalu terdepan secara industri dalam menumbuhkan pendapatan data di tengah penurunan kontribusi pendapatan voice dan SMS. 
 
Direktur Keuangan XL Axiata Mohamed Adlan Bin Ahmad Tajudin mengatakan setiap tahun pendapatan data tumbuh dan berdampak pada profitalibitas yang meningkat. Untuk itu, menghadapi 2019 ini pihaknya optimistis kontribusi layanan data pada total pendapatan perusahaan akan terus meningkat seiring dengan berbagai upaya yang ditempuh perusahaan. 
 
Dia berharap hingga akhir tahun nanti, kontribusi layanan data akan terus meningkat secara signifikan. Dengan demikian, penurunan pendapatan yang berpotensi akan terus terjadi pada layanan voice dan SMS tidak akan terlalu berpengaruh pada total pendapatan. 
 
“Hingga akhir tahun 2018 lalu, kontribusi pendapatan data terhadap total pendapatan layanan telah mencapai 82%. Realisasi itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yag mencapai 69%,” kata Adlan dalam rilis yang diterima, Senin (8/4/2019),
 
Menurutnya, pencapaian tersebut berhasil mendorong peningkatan earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) 2018 sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, kinerja XL Axiata rata-rata mengungguli para kompetitor, baik untuk pertumbuhan revenue maupun pertumbuhan EBITDA. 
 
“Hingga akhir tahun ini, harapannya pendapatan XL Axiata bisa ditingkatkan minimal selaras bahkan di atas rata-rata industri,” tambahnya.
 
Guna mendorong pertumbuhan layanan data pada 2019 ini, pihaknya akan meningkatkan lagi tingkat penetrasi smartphone. Pada akhir tahun lalu, tingkat penetrasi mencapai 80% dari pelanggan, dan diharapkan hingga akhir 2019 ini bisa terus meningkatkan lagi. 
 
Saat ini, XL Axiata akan fokus mengakuisisi pelanggan smartphone yang merupakan heavy user layanan data, khususnya layanan data 4G. Dengan demikian, trafik data akan bisa terdorong kuat yang didukung pertumbuhan trafik 4G. Guna merealisasikan target peningkatan penetrasi smartphone dan trafik data tersebut, XL Axiata akan secara konsisten menjalankan sejumlah agenda transformasi dukungan.
 
Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini menyebutkan pihaknya akan terus menjaga performa positif yang dicapai pada 2018 lalu. Kondisi ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah yang ada saat ini akan menjadi pijakan kuat untuk meningkatkan lagi performa perusahaannya pada 2019 ini.  
 
“Ruang untuk terus tumbuh bagi XL Axiata dan industri masih sangat luas. Meskipun tahun lalu secara industri mengalami penurunan, namun persentase jumlah pengakses internet menggunakan telepon selular terus meningkat, dan saat ini mencapai angka sekitar 70%.  Jadi, ruang kita masih sangat luas untuk terus tumbuh karena layanan data merupakan penopang utama pertumbuhan bisnis di industri ini,” ujar Dian.
 
Selain itu, permintaan pasar atas layanan data yang terus meningkat juga menumbuhkan optimisme semua pelaku industri telekomunikasi. Sejumlah agenda transformasi akan dilaksanakan sesuai dengan kondisi industri terkini. Dia menyebutkan ada tiga hal utama yang akan dilaksanakan sepanjang 2019 ini. 
 
Pertama, terus membangun jaringan secara agresif di berbagai wilayah di luar Jawa. Perluasan jaringan ini termasuk mencakup wilayah yang secara geografis sebagai pelosok dan terluar dengan memanfaatkan jaringan Palapa Ring Barat dan Timur.
 
Kedua, dari sisi produk akan terus menghadirkan layanan-layanan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dari berbagai segmen. Strategi yang sama dengan tahun lalu, yaitu dual brand XL dan AXIS pada layanan prabayar, serta XL Prioritas untuk pascabayar akan terus ditingkatkan manfaatnya dengan menyesuaikan pada selera dan tren digital terkini dari masing-masing segmen.   
 
Ketiga, melanjutkan inovasi bisnis untuk memperkuat pijakan di masa depan. Inovasi bisnis ini berupa pencipaan layanan-layanan baru yang saat ini masih di luar bisnis utama namun yang memiliki peluang besar di masa mendatang.


Editor : inilahkoran