Pendidikan Gratis PTN Diwacanakan, Guru Besar UIN Cirebon Ingatkan Nasib PTS
Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Sugianto menyambut rencana pendidikan gratis PTN, tetapi mengingatkan pemerintah agar PTS tidak terpinggirkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) mendapat sambutan positif dari Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Sugianto.
Namun, Prof. Sugianto mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan kesenjangan antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).
Menurutnya, rencana Presiden Prabowo Subianto memperluas Pendidikan Gratis hingga jenjang perguruan tinggi merupakan langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Ia menilai kebijakan tersebut juga sejalan dengan tanggung jawab negara dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Kalau pendidikan di perguruan tinggi negeri bisa digratiskan, tentu ini merupakan langkah yang sangat baik. Pemerintah menunjukkan keinginan kuat untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi,” kata Prof. Sugianto, Minggu (27/9/2026).
Prof. Sugianto menambahkan, pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Karena itu, menurut dia, kebijakan pendidikan perlu diarahkan agar masyarakat memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya.
Meski demikian, Prof. Sugianto meminta pemerintah tidak hanya memikirkan mahasiswa yang menempuh pendidikan di PTN maupun perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).
Keberadaan perguruan tinggi swasta, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS), juga harus menjadi bagian dalam perumusan kebijakan pendidikan tinggi.
“Yang juga harus dipikirkan pemerintah adalah bagaimana dengan perguruan tinggi swasta. Jangan sampai kebijakan pendidikan justru menimbulkan kesan diskriminatif antara perguruan tinggi negeri dan swasta,” ujarnya.
Ia menilai mahasiswa pada prinsipnya memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pendidikan yang terjangkau, baik yang menempuh pendidikan di kampus negeri maupun swasta.
Karena itu, Prof. Sugianto mendorong pemerintah menyiapkan skema pembiayaan yang dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk bagi mahasiswa PTS dan PTKIS.
“Baik mahasiswa di kampus negeri maupun swasta sama-sama anak bangsa yang sedang menempuh pendidikan. Pemerintah perlu memikirkan formula agar mereka juga mendapatkan kesempatan dan dukungan pembiayaan pendidikan yang berkeadilan,” katanya.
Menurutnya, pembahasan mengenai pendidikan tinggi gratis jangan hanya berorientasi pada penghapusan biaya kuliah di PTN. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan keberlangsungan PTS serta kemampuan mahasiswa di kampus swasta dalam memenuhi biaya pendidikan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya mempercepat penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri sekaligus mematangkan rencana pendidikan gratis di PTN. Pemerintah masih menyiapkan skema penerapan dan menghitung kebutuhan pembiayaannya.
Persoalan keberlangsungan PTS juga menjadi perhatian Komisi X DPR RI. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah segera menyusun formula agar rencana PTN tanpa biaya tidak menimbulkan ketimpangan dengan PTS.
Menurut Lalu, salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah mengalihkan peruntukan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari PTN ke PTS apabila mahasiswa PTN nantinya tidak lagi dikenakan biaya pendidikan.
Dengan demikian, menurut Prof. Sugianto, perlu ada desain kebijakan yang tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekosistem perguruan tinggi secara keseluruhan.***
Editor : JakaPermana

