Penertiban PKL Alun-Alun Kota Bogor Ricuh, Satpol PP Sempat Didorong Pedagang
Ramai tersebar informasi Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Kota Bogor ricuh, bahkan dalam video sejumlah pedagang tidak terima barang dagangannya diangkut oleh Satpol PP Kota Bogor. Kasi Operasional Satpol PP Kota Bogor Surya Dharma membenarkan adanya insiden itu yang terjadi pada Minggu 19 Oktober 2025 sore.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Ramai tersebar informasi Penertiban pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Kota Bogor ricuh, bahkan dalam video sejumlah pedagang tidak terima barang dagangannya diangkut oleh satpol PP Kota Bogor. Kasi Operasional Satpol PP Kota Bogor Surya Dharma membenarkan adanya insiden itu yang terjadi pada Minggu 19 Oktober 2025 sore.
"Jadi, sebelum langkah penertiban dilakukan, kami telah memberikan imbauan kepada para pedagang untuk tidak berjualan di area Alun-Alun Kota Bogor. Tentunya kami sudah memberikan imbauan agar tidak berjualan. Setelah itu, area sempat kosong. Tapi sekitar pukul 15.00 WIB kami cek lagi, ternyata para pedagang muncul di lokasi," ungkap Surya kepada wartawan pada Senin 20 Oktober 2025 sore.
Surya memaparkan, karena itu tim Satpol PP Kota Bogor terpaksa mengambil langkah tegas, dagangan PKL yang masih nakal diangkut ke mobil truk.
"Saat proses pengamanan berlangsung, beberapa pedagang tidak terima. Mereka berteriak-teriak dan mencoba melawan saat barang dagangannya diangkut ke mobil pengamanan," papar Surya.
Surya menjelaskan, bahkan satu diantara mereka ada sampai naik ke dalam truk satpol PP, dan melemparkan barang dagangan keluar truk. Padahal jika mengacu ke prosedur barang yang sudah diamankan mesti dibawa terlebih dahulu ke Mako Satpol PP Kota Bogor untuk didata, setelah itu pedagang diperkenankan untuk mengambil kembali.
"Tapi sebelum proses administrasi itu dilakukan, mereka sudah lebih dulu melawan. Ada yang teriak-teriak, bahkan sempat mendorong petugas. Akhirnya situasi jadi agak ricuh. Tidak ada aktivitas fisik yang dilakukan oleh anggotanya. Pihaknya memilih untuk fokus pada pengamanan. Mayoritas PKL yang ditertibkan adalah mereka yang berjualan kuliner," jelasnya.
"Untuk total yang kami amankan sebelum kericuhan terjadi sekitar sepuluh pedagang. Saya berharap para PKL yang masih nakal berjualan untuk mematuhi aturan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung Alun-Alun Kota Bogor," tegas Surya.
Surya menerangkan, bahwa Alun-Alun ini milik masyarakat, banyak warga yang ingin tempatnya tetap nyaman dan tertib.
"Ya, jadi mohon kerja samanya untuk tidak berjualan di area yang dilarang," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana
