Penetrasi Pasar Milenial, Podomoro Park Bandung Tawarkan Hunian Klaster Patragriya
Podomoro Park Bandung melakukan penetrasi terhadap pasar milenial. Bermodalkan ludesnya 400 unit klaster Padmagriya, pengembang optimistis klaster Patragriya diminati pasar pasangan muda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Podomoro Park Bandung melakukan penetrasi terhadap pasar milenial. Bermodalkan ludesnya 400 unit klaster Padmagriya, pengembang optimistis klaster Patragriya diminati pasar pasangan muda.
Marketing Manager Podomoro Park Bandung Dipa Teguh menguraikan data mengenai kesadaran pasar milenial dalam membeli hunian. Dia menyebutkan, klaster Patragriya ini relatif cocok sebagai rumah pertama untuk pasangan muda yang baru menikah.
Rencananya, soft opening peluncuran klaster Patragriya yang dikhususkan untuk pembeli rumah pertama yang notabene pasar milenial. Dengan mengusung jargon your first new home, Podomoro Park Bandung akan resmi merilisnya pada Minggu 25 September 2022 mendatang.
“Sekarang ini, pasangan muda jangan terlena dengan istilahnya pondok mertua indah. Tidak sedikit sekarang yang sudah aware kepemilikan rumah, keberhasilan klaster kami sebelumnya dengan pangsa pasar milenial, 50 persen didominasi pasangan muda yang rentang usianya 21-41 tahun, sisanya usia produktif menuju pensiun,” kata Dipa, Senin 19 September 2022.
Dia pun menyebutkan ada hal menarik yang perlu diperdalam terkait cara bayar pasangan muda. Dari 400 unit yang terjual di klaster Padmagriya (total 1.600 unit sold di Podomoro Park Bandung) dengan target pangsa pasar pasangan muda, sekitar 77% dengan menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) mulai dari perbankan konvensional hingga syariah.
“Jadi tidak ada alasan pasangan muda untuk tidak beli rumah, saat ini kesempatan KPR sangat dipermudah bunga yang rendah di bawah 5 persen, stimulus pemerintah, promo menarik dari kami sebagai developer, dan yang terpenting kenaikan investasi,” jelasnya.
Sedangkan, Sales Manager Podomoro Park Bandung Tomas Tandy menyebut pihaknya telah melakukan riset kuat untuk kebutuhan hunian pasangan muda. Klaster Patragriya ini diakuinya memiliki konsep modern tropical.
Hunian di klaster tersebut memiliki facad modern dengan mengedepankan unsur motif kayu, batu alamm dan kaca. Layaknya hunian yang ngetren saat ini, rumah satu lantai ini tampak seperti dua lantai lantaran memiliki ceiling tinggi.
“Keluarga muda punya sifat yang modern, dan yang mereka prioritaskan adalah fasilitas kawasan untuk menghindari stres, makannya fokus kami juga membangun environment yang mendukung hal itu, seperti 5 unsur alam kami, danau, udara, view pegunungan, pepohonan, dan 50% kawasan hijau,” tutur Tomas.
Sebelumnya, Dokter dan seksolog asal Indonesia Boyke Dian Nugraha mengungkap keluarga muda yang memiliki rumah sendiri berpeluang lebih harmonis dibanding keluarga muda yang tinggal bersama mertua.
Di Central Park Mall Jakarta saat peluncuran klaster Patragriya, Sabtu 17 September 2022, Boyke mengaku sering menemukan kasus-kasus permasalahan keharmonisan keluarga dipicu dari hubungan antara pasangan baru dan mertuanya yang tinggal dalam satu atap.
Dia menuturkan, terdapat hubungan antara tingkat keharmonisan keluarga dengan kepemilikan rumah sendiri.
“Banyak datang ke saya, kasus keluhan pasangan yang tinggal dengan mertua, mengalami stres, misal pasangan yang masih merintis untuk punya anak ditanya terus kok belum hamil, bahkan ada yang ditanya sudah pakai pembalut berapa banyak bulan ini,” ujar Boyke.
Menurutnya, tingkat stres yang tinggi akibat tekanan hebat dari mertua/keluarga justru menyebabkan pasangan muda sulit untuk memiliki anak. Karenanya, pasangan yang memiliki rumah sendiri berpeluang memiliki keharmonisan yang lebih baik.
“Rumah juga membuat pasangan lebih PD (percaya diri), keong aja punya rumah jadi kalo kita kerja ada yang ditungguin, kalo kita masih tinggal dengan mertua ya itu tadi, jadi kita harus paksa untuk punya rumah,” sebutnya.****
Editor : Doni Ramdhani

