Pengamat Politik Sebut Kaderisasi Parpol Gagal Lantaran Mendorong Artis Maju di Pilkada Serentak 2024

Pengamat Politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebutkan, fenomena didorongnya sejumlah artis pada Pilkada Serentak 2024 menjadi bukti gagalnya kaderisasi figur di partai politik (parpol).

Pengamat Politik Sebut Kaderisasi Parpol Gagal Lantaran Mendorong Artis Maju di Pilkada Serentak 2024
Cara instan dengan memanfaatkan popularitas artis untuk menggaet suara pada Pilkada Serentak 2024 itu diakui Dedi Kurnia Syah merupakan kegagalan parpol dalam menjalankan fungsinya yakni rekrutmen dan kaderisasi kepemimpinan. (net)

INILAHKORAN, Bandung - Pengamat Politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebutkan, fenomena didorongnya sejumlah artis pada Pilkada Serentak 2024 menjadi bukti gagalnya kaderisasi figur di partai politik (parpol).

Menurutnya, cara instan dengan memanfaatkan popularitas artis untuk menggaet suara pada Pilkada Serentak 2024 itu diakuinya merupakan kegagalan parpol dalam menjalankan fungsinya yakni rekrutmen dan kaderisasi kepemimpinan.

Didorongnya artis untuk maju pada Pilkada Serentak 2024, lanjut dia, telah menepikan figur berjiwa pemimpin yang biasanya tumbuh di kawah candradimuka kaderisasi parpol. Mereka cenderung hanya mengandalkan popularitas.

Baca Juga : Pemkot Bandung Targetkan Indikator Informatif Kesepuluh Kali

“Partai gagal jalankan fungsinya berupa rekruitasi dan kaderisasi kepemimpinan, sehingga terjebak dalam dilema popularitas,” ujar Dedi saat dihubungi, Rabu 10 Juli 2024.

Fenomena ini lanjut dia, turut mempertontonkan bahwa parpol sudag malas menjalankan fungsi lewat kaderisasi dan hanya memanfaatkan popularitas artis atau publik figur yang mereka usung, guna memenangkan kontestasi.

Padahal hal ini kata dia sangat berbahaya, karena roda pemerintahan harus dijalankan oleh orang yang berkompeten dan tidak hanya sekedar populer.

Baca Juga : Wanita Paruh Baya Asal Cimenyan Lakukan Aksi Percobaan Bunuh Diri di JPO Kota Bandung

"Berdampak pada pembangunan dan kondisi masyarakat," ucapnya.

Halaman :


Editor : Doni Ramdhani