Pengamat Sarankan Pendukung Anies 'Provokasi' PDIP dan PKS, Demi Lawan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta
Pengamat politik Hendri Satrio sebut PDIP dan PKS harus bersatu mendukung Anies Baswedan agar bisa maju di Pilkada Jakarta melawan Ridwan Kamil yang diusung KIM.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ridwan Kamil maju di Pilkada Jakarta disebut pengamat politik Hendri Satrio sebagai upaya Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk menjegal langkah Anies Baswedan.
Hendri Satrio yakin, pencalonan Ridwan Kamil adalah bentuk keinginan partai penguasa untuk menggagalkan pencalonan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta.
"Kalau Anies Baswedan tidak maju karena sudah diblok sama partai dan penguasa. Ya, Ridwan Kamil bisa melawan kotak kosong," kata Hendri Satrio yang juga pendiri lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu di Jakarta, Senin 5 Agustus 2024.
Hanya saja, lanjut Hendri Satrio, ada dua partai politik yang bisa tetap memuluskan langkah Anies Baswedan untuk kemudian bertarung melawan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta.
Kedua partai itu, adalah PDIP dan PKS yang disebut Hendri Satrio harus bersatu untuk mengusung Anies.
Hanya saja, lanjut dia, kemungkinan menjadi sangat kecil lantaran perbedaan ideologi diantara PDIP dan PKS itu sendiri.
Hendri Satrio pun menyarankan pendukung Anies Baswedan meniru cara Pro Jokowi (Projo) yang mendesak PDIP untuk mendukung Jokowi.
"Kalau ini pendukung Anies memprovokasi PDIP dengan PKS," kata Hendri.
Saat ini ada wacana terkait Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang akan mengusung Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil (RK) sebagai bakal calon gubernur Jakarta di Pilkada 2024.
KIM Plus adalah koalisi partai politik yang mengusung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 yakni Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PSI, PBB, Gelora, dan Garuda.
Di luar itu, PKB, PKS, dan NasDem disebut-sebut juga akan bergabung KIM, sehingga menjadi KIM Plus.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan partainya masih mempertimbangkan untuk gabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk pengusungan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Menurutnya pertimbangan itu bakal berdasarkan terkait kebersamaan dan kolaborasi antara para partai politik demi kebaikan Jakarta. Menurutnya kebaikan bagi Indonesia pun masih akan ditentukan dari Pilkada Jakarta.
"Indonesia membutuhkan kolaborasi, termasuk di Jakarta. Dan PKB selalu mengedepankan kebersamaan," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (2/8).
Dia menjelaskan istilah KIM Plus itu muncul dari Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad beberapa waktu lalu. Dia pun menganggap bahwa KIM Plus itu nantinya menjadi kolaborasi semua kekuatan politik.
"Kalau terjadi kolaborasi di DKI, maka akan terjadi juga kolaborasi di nasional. Karena DKI dan nasional irisannya dekat," kata dia.
Meski begitu, dia mengaku partainya pun bakal memantau dinamika politik dalam beberapa waktu ke depan menjelang waktu pendaftaran calon kepala daerah di KPU.
Sejauh ini, dia pun memastikan DPW PKB DKI Jakarta masih mempersiapkan nama Anies Baswedan.
Namun jika nantinya KIM Plus itu terbentuk, dia meyakini hanya akan ada satu poros koalisi dalam Pilkada Jakarta.
"Kalau terjadi kristalisasi koalisi KIM Plus, ya satu calon. Lihat saja komposisi perolehan partai-partai di DKI," kata dia.***
Editor : Bsafaat
