Pengelola Agrowisata Pemandian Air Panas dan Vila Walini Akui Video Viral di Tiktok Adalah Tempatnya

Pengelola Agrowisata Pemandian Air Panas dan Vila Walini di Kecamatan Rancabali (Ciwidey) Kabupaten Bandung, membenarkan video viral diaplikasi media sosial tiktok dari salah seorang calon pengunjungnya yang kecewa karena tak bisa segera cek out di penginapan yang telah mereka sewa (booking). Namun sebenarnya, pihak pengelola telah semaksimal mungkin memberikan fasilitas sementara untuk mereka beristirahat.

Pengelola Agrowisata Pemandian Air Panas dan Vila Walini Akui Video Viral di Tiktok Adalah Tempatnya
"Memang benar adanya video viral tersebut di tempat kami. Seharusnya penyewa pertama itu cek out jam 12.00 WIB. Namun karena ada musibah, ban mobil yang mereka tumpangi untuk jalan-jalan di luar penginapan itu bocor, sehingga terlambat kembali ke penginapan untuk cek out. Kami juga sudah menelepon mereka, tapi yah namanya ada kendala kami tidak bisa memaksa atau mengeluarkan barang-barangnya dari dalam penginapan," kata Kepala Unit Agrowisata Pemandian Air Panas dan Vila Walini Budi Rosyadi saat

INILAHKORAN, Soreang - Pengelola Agrowisata Pemandian Air Panas dan Vila Walini di Kecamatan Rancabali (Ciwidey) Kabupaten Bandung, membenarkan video viral diaplikasi media sosial tiktok dari salah seorang calon pengunjungnya yang kecewa karena tak bisa segera cek out di penginapan yang telah mereka sewa (booking). Namun sebenarnya, pihak pengelola telah semaksimal mungkin memberikan fasilitas sementara untuk mereka beristirahat.

"Memang benar adanya video viral tersebut di tempat kami. Seharusnya penyewa pertama itu cek out jam 12.00 WIB. Namun karena ada musibah, ban mobil yang mereka tumpangi untuk jalan-jalan di luar penginapan itu bocor, sehingga terlambat kembali ke penginapan untuk cek out. Kami juga sudah menelepon mereka, tapi yah namanya ada kendala kami tidak bisa memaksa atau mengeluarkan barang-barangnya dari dalam penginapan," kata Kepala Unit Agrowisata Pemandian Air Panas dan Vila Walini Budi Rosyadi saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin 8 Juli 2024. 

Kemudian, kata Budi, rombongan keluarga tamu penyewa yang membuat video itu datang. Tentu mereka kecewa melihat penginapan yang telah dipesannya itu masih diisi oleh penyewa lain. Namun, pihak pengelola Pemandian Air Panas dan Vila Walini pun tak diam berpangku tangan saja, melainkan memberikan lebih dulu fasilitas sementara, yakni berupa satu penginapan. 

"Saat itu penyewa tersebut suami-istrinya sudah mau menerima dengan fasilitas sementara yang kami berikan itu. Namun anaknya atau siapanya, membuat video meluapkan kekecewaannya dan diunggah ke media sosial," ujarnya. 

Selain memberikan fasilitas sementara, lanjut Budi, pihaknya pun telah mengembalikan semua uang muka (DP) tanpa ada potongan apapun kepada keluarga itu. Serta  memohon maaf atas ketidaknyamannya  kepada calon pengunjung asal Jakarta tersebut.

"Nah video yang diunggah ke media sosial itu sebenarnya saat si penyewa pertama tiba ke penginapan sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung hendak cek out. Jadi sebenarnya dalam video itu bukan tentang si penyewa pertama yang santai tidak segera cek out, tapi justru itu sedang cek out," katanya.

Budi melanjutkan, pihak pengelola bukannya tidak bisa bertindak tegas dengan memaksa atau mengeluarkan berbagai barang milik penyewa pertama. Namun, jika itu dilakukan malah bisa memperburuk keadaan. Apalagi, keterlambatan cek out itu terjadi karena ada kendala diluar keinginan penyewa. 

"Memang ada satu orang tua yang menunggu di vila itu. Tapi beliau juga enggak berani mengeluarkan semua barang tanpa seizin keluarganya yang lain. Kalau kami memaksa, malah nanti bisa memperburuk keadaan, dan kami berikan solusi diberikan fasilitas sementara untuk penyewa kedua ini sambil menunggu itu cek out dan kami bersihkan lebih dulu," ujarnya.

Budi menyadari jika dalam bisnis pariwisata, adanya pemberitaan negatif bisa berpengaruh terhadap penurunan pengunjung. Ia mengkhawatirkan nasib para pekerja di tempat tersebut jika usaha wisata itu jadi sepi pengunjung. 

Namun untungnya, insiden kemarin itu tidak berpengaruh terhadap usaha wisata milik perusahan BUMN PTPN tersebut. Kepercayaan masyarakat masih tetap tinggi, hal ini dibuktikan dengan penuhnya semua penginapan sewaan yang mereka sediakan.

"Di sini ada sembilan vila dan tiga bungalow. Alhamdulilah tidak terpengaruh oleh video viral tersebut, buktinya sampai hari ini penuh, kepercayaan masyarakat kepada kami masih utuh," katanya.


Editor : Doni Ramdhani