Pengembang Game Lokal Bandung Tumbuh 10-20%

Saat ini, profesi sebagai pengembang game relatif menjanjikan. Rachmad Imron, founder Digital Happines sebagai game developer asal Bandung mengatakan hal itu seiring dengan pertumbuhan bisnis sekitar

Pengembang Game Lokal Bandung Tumbuh 10-20%
INILAH, Bandung - Saat ini, profesi sebagai pengembang game relatif menjanjikan. Rachmad Imron, founder Digital Happines sebagai game developer asal Bandung mengatakan hal itu seiring dengan pertumbuhan bisnis sekitar 10-20% setiap tahunnya.
 
Menurutnya, data mengenai pertumbuhan pengembang game lokal di Bandung memang belum ada angka pastinya. Namun, Rachmad mengaku startup miliknya menunjukkan pertumbuhan bisnis yang menjanjikan.
 
"Di Digital Happines sendiri, setiap tahun selalu ada pertumbuhan 10-20%. Itu dari sisi produk dan revenue yang dihasilkan," kata Rachmad, belum lama ini.
 
Meski demikian, dia menyebutkan pasar game ini relatif besar. Berdasarkan data global terakhir, belanja game di Indonesia itu mencapai Rp16 triliun. Dari total itu, 98% di antaranya dibelanjakan ke game luar negeri. Artinya, pangsa pasar game ini masih terbuka lebar.
 
"Memang, marketnya besar. Tapi, challenge-nya juga besar karena harus bersaing dengan game asal luar negeri," ujarnya.
 
Dari sisi tenaga kerja, Rachmad menyebutkan saat ini perusahaan rintisannya mempekerjakan sekitar 18 orang. Tapi, di Bandung ini ada sekitar 30-40an perusahaan game developer. Bahkan, di Bandung ini terdapat Agate sebagai Indonesian Game Developer yang paling banyak banyak mempekerjakan hingga 80 orang. 
 
"Dari semua game developer yang ada di Bandung itu sebenarnya belum bisa menampung animo para peminat. Karena, industrinya juga masih baru. Dari data asosiasi (Asosiasi Game Indonesia [AGI]), animo yang ada mencapai tiga ribuan antusias," jelasnya.
 
Disinggung mengenai produk, Rachmad menyebutkan sejauh ini pihaknya menghasilkan tiga game yang bersifat komersial. Yakni, Dread Out, Dread Eye, dan game virtual reality. Dari tiga produk itu, Dread Out yang semula merupakan game horror PC itu sekarang sedang dalam tahap pembuatan versi film layar lebar.
 
Dengan mengangkat judul serupa, film Dread Out ini digarap rumah produksi Goodhouse.id. Produser film Dread Out Wida Handoyo mengaku tersanjung dipercaya untuk mengangkat game legendarisnya ke layar lebar. Fase pra-produksi dijalankan selama enam bulan.
 
"Setelah semua siap, kami syuting selama 33 hari di Jakarta, Ciawi, dan Cibodas. Dengan menggabungkan kekuatan potensi market dari penggemar film horor dan komunitas gamers yang sangat besar di Indonesia, sekaligus menjadi film pertama yang diangkat dari game buatan Indonesia, kami optimistis film ini akan mendampatkan sambutan positif dari masyarakat," jelasnya. 
 
Rencananya, film yang disutradarai Kimo Stamboelini akan rilis Januari 2019 mendatang. Film ini diperankan tokoh utama Caitlin Halderman sebagai Linda dan Irsyadillah sebagai Beni.


Editor : inilahkoran