Penyerapan Anggaran Kota Bogor Capai Angka 90 Persen, Ini Catatannya
Pemkot Bogor melalui Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Setda Kota Bogor menggelar Evaluasi Kinerja Realisasi Keuangan dan Output atau Fisik Triwulan 4 Tahun 2024 di Hotel Salak Heritage, Rabu 11 Desember 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORA, Bogor - Pemkot Bogor melalui Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Setda Kota Bogor menggelar Evaluasi Kinerja Realisasi Keuangan dan Output atau Fisik Triwulan 4 Tahun 2024 di Hotel Salak Heritage, Rabu 11 Desember 2024.
Hasilnya penyerapan anggaran sudah mencapai 90 persen, namun Pj Sekda Kota Bogor Hanafi memberikan beberapa catatan. Pj Sekda Kota Bogor Hanafi mengatakan, melalui evaluasi ini diharapkan, belanja yang sudah teranggarakan di APBD bisa dilaksanakan semaksimal mungkin dengan semangat transparansi, efisiensi, akuntabel.
"Kami menyiapkan narasumber inspektorat karena kegiatan yang ada direview inspektorat dari konteks perencanaan skema pembiayaan apa saja. Hasil review digambarkan sekarang sebagai bahan evaluasi ke depan," ungkap Hanafi kepada wartawan.
Hanafi menjelaskan, semua pembiayaan yang teranggarkan dalam rencana kerja bisa dilaksnakaan dengan baik, penata usaha keuangan dengan baik.
"Sehingga ketika dievaluasi mendapat hasil yang baik tidak ada rekomendasi seperti pengembalian dan kesalahan lain yang bisa diterjemahkan dalam bentuk lain oleh lembaga penegak hukum," jelasnya.
Sementara itu, Kabag Adbang Setda Kota Bogor, Lia Kania Dewi memaparkan, hingga tanggal 10 Desember 2024 penyerapan APBD sudah berada diangka 90 persen. Realisasi terbesar berdasarkan konsistensi, ketepatan waktu dan pengisian Aplikasi Siabang yang terdapat dalam rekap raport kinerja berada pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Disparbud, Sekretariat DPRD, Diskominfo, BKAD, dan Kecamatan Bogor Utara.
"Sementara OPD yang realisasi anggarannta masih kurang yakni Dinas PUPR, Disperumkim dan Disdik," terangnya.
Lia menjelaskan, hal tersebut sebagai kewajaran karena kegiatan yang dilakukan OPD tersebut masih berjalan hingga kini dan realisasi terbesarnya berada diakhir Desember 2024, berkaitan dengan pembayaran pihak ketiga.
"Harapan kami sampai akhir Desember paling tidak, kalau realisasi fisik seluruhnya 100 persen selesai. Secara kinerja sudah on time dan diharapkan tidak ada pekerjaan lintas tahun tidak ada perpanjangan waktu sampai 2025," paparnya.
Lia menjelaskan, terdapat 6 kegiatan strategis yang kini masih berjalan yakni pembangunan Satap Duta Pakuan, Satap Cimahpar, Taman Genteng, Nurseri Farm Cipaku, TPT TB M Falak, Puskesmas Kayu Manis serta Jalan Cifor. Sementara untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 10 Desember 2024 masih berada di angka 90 persen. Lia menyebut ada waktu 15 hari untuk mencapai target pendapatan.
"Karena belanja bisa dilakukan kalau pendapatan masuk. Supaya tidak terjadi arus cash flow yang negatif untuk membayar pekerjaan fisik yang banyak di termin terakhir di Desember," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

