Perangi Covid-19, Pemda KBB Akan Bagikan Masker di 165 Desa

INILAH, Ngamprah- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana membagikan 50 hingga 75 ribu masker untuk 165 desa di Kabupaten Bandung Barat.

Perangi Covid-19, Pemda KBB Akan Bagikan Masker di 165 Desa
Foto : Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (Istimewa)

INILAH, Ngamprah- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana membagikan 50 hingga 75 ribu masker untuk 165 desa di Kabupaten Bandung Barat.

"Betul, kami berencana akan membagikan masker sebanyak 50 ribu piece minggu depan," ungkap Bupati Bandung Barat, Aa Umbara pada INILAH melalui telepon, Selasa (31/3/2020).

Umbara menuturkan, dirinya telah berkoordinasi Dinas Koperasi dan UMKM serta BPBD. Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata Pemda Bandung Barat dalam rangka memerangi penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayahnya.

"Saya sudah mengintruksikan pada SKPD terkait untuk mempersiapkan segala sesuatunya," tuturnya.

Selain itu, lanjut Umbara menjelaskan, pihaknya pun telah menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

"Untuk produksi kita serahkan ke Dinas Koperasi dan UMKM KBB sedangkan untuk teknis lapangan secara simbolis saya akan berikan ke BPBD KBB," ujarnya.
 
Umbara mengaku, dana untuk merealisasikan produksi masker tersebut telah disiapkan guna memerangi penyebaran virus Covid-19. Ia berharap, langkah yang dilakukan bisa memberikan manfaat untuk warga di Kabupaten Bandung Barat.

"Tak hanya merealisasikan anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing, ini merupakan ikhtiar dari Pemkab Bandung Barat yang mudah-mudahan bisa membuahkan hasil yang positif," katanya

Sementara itu, Kabid UMKM KBB Wewen Surwenda mengaku, kemarin bupati sempat bertanya ada UMKM yang membuat masker dalam jumlah besar, bupati memesan masker sebanyak 50 ribu. 

"UMKM ini siap, namun mereka butuh modal, artinya harus ada dana talang, dan produknya dikerjakan dibawah forum UMKM," ujarnya.

Wewen menjelaskan, untuk dana talang masih menunggu dari BPBD, karena dana yang digunakan diambil anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Kami masih menunggu keputusan dari BPBD. Kemudian kami juga melihat dulu anggarannya, karena masih banyak yang harus ditanggulangi termasuk masker," ujarnya. (agus sn).


Editor : suroprapanca