Perbaiki Kinerja Keuangan, PTPN VIII Genjot Transformasi EBITDA

Direktur PTPN VIII Mohammad Yudayat mengatakan, kini pihaknya berkomitmen untuk memberikan kontribusi untuk negara dan masyarakat.

Perbaiki Kinerja Keuangan, PTPN VIII Genjot Transformasi EBITDA

INILAHKORAN, Bandung - PTPN VIII perlu melakukan pengembangan dan perbaikan secara berkelanjutan dalam setiap proses bisnisnya. Sebagai pemain agribisnis terbesar di Jabar, PTPN VIII memiliki lahan seluas 113 hektare yang tersebar di Jabar dan Banten.

Direktur PTPN VIII Mohammad Yudayat mengatakan, kini pihaknya berkomitmen untuk memberikan kontribusi untuk negara dan masyarakat. Untuk itu, di bawah arahan Holding Perkebunan PTPN III pihaknya menyusun strategi korporasi program transformasi Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA).

“Transformasi EBITDA ini sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dan optimalisasi pendapatam dalam pengelolaan bisnis PTPN VIII. Seluruh transformasi harus berorientasi pada action untuk mendorong perubahan dengan berkomunikasi aktif, terbuka, dan transparan,” kata Mohammad Yudayat, Rabu 27 Oktober 2021.

Baca Juga: Tidak Dianggap Liar, Ratusan Petani Penggarap di Lahan Perkebunan Kertamanah PTPN VIII Lega

Dia menegaskan, kunci sukses transformasi kinerja keuangan tersebut yakni komitmen kuat untuk melakukan perubahan, memiliki tujuan bersama yang objektif dan jelas. Tentu,hal tersebut sesuai key performance indicator (KPI) yang terukur sehingga memudahkan pengawasan progres, memfokuskan tenaga dan pikiran untuk mencari solusi dengan belajar dari masa lalu dan berani mencoba hal baru .

“Kesuksesan transformasi PTPN VIII membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak baik internal maupun eksternal. Semoga upaya perbaikan kinerja dapat segera mendapat hasil yang optimal untuk PTPN VIII yang lebih baik dan dapat memenuhi seluruh kewajiban kepada seluruh stakeholders,” ujar Mohammad Yudayat.

Baca Juga: JQR Terima Bantuan untuk Penanganan Covid-19 dari PTPN VIII

Mohammad Yudayat menyebutkan, proses transformasi dilaksanakan pada 2020-2024 dengan sembilan program unggulan. Yakni, revenue enhancement, zero based budgeting, organizational exellence, cash control tower, procurement exellence, logistics optimization, operations control tower, management review cycle, dan strategic tranformation office.

Adapun hasil aktivitas korporasi PTPN VIII dipengaruhi pencadangan beban imbalan kerja sesuai PSAK 24 yang juga merupakan aktivitas nontunai sehingga dalam analisisnya menjadi catatan untuk perhatian lebih lanjut. Dalam hal ini juga dapat dilakukan justifikasi diantaranya dengan mengoreksi akrual beban imbalan kerja dalam perhitungan EBITDA dengan realisasi pembayarannya.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-25, PTPN VIII Berikan Bantuan Sosial

“Prinsip model operasi PTPN holding berubah menjadi operating holding, dimana PTPN VIII sebagai anak perusahaan diposisikan sebagai unit produksi, serta pengambilan keputusan strategis, keuangan, penjualan dan pemasaran dilaksanakan Holding Perkebunan Nusantara,” ujar Mohammad Yudayat.***(dnr)


Editor : inilahkoran