Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional, Bio Farma Group Jalin Kolaborasi Global
Bio Farma terus memperkuat perannya sebagai holding BUMN Farmasi dalam membangun ekosistem kesehatan nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bio Farma terus memperkuat perannya sebagai holding BUMN Farmasi dalam membangun ekosistem kesehatan nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut diperkuat keberhasilan PT Kimia Farma Tbk, sebagai bagian dari Bio Farma Group, memperoleh sublisensi dari Medicines Patent Pool (MPP) dalam kerangka voluntary licensing agreement antara MPP dan Roche untuk mengembangkan dan memproduksi versi generik baloxavir marboxil, obat antivirus untuk pengobatan influenza.
Kimia Farma menjadi satu-satunya perusahaan farmasi asal Indonesia yang terpilih di antara 11 manufaktur dari 9 negara dalam program tersebut. Selain Indonesia, manufaktur yang memperoleh sublisensi berasal dari Brasil, Tiongkok, India, Malaysia, Nigeria, Uganda, Ukraina, dan Vietnam.
Inisiatif itu merupakan bagian dari upaya global untuk membangun kapasitas produksi obat yang lebih terdiversifikasi secara geografis sebelum terjadi keadaan darurat kesehatan.
Melalui penguatan kapasitas manufaktur regional dan global, pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan rantai pasok serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi wabah dan pandemi di masa mendatang.
Bagi Bio Farma Group, keterlibatan Kimia Farma dalam inisiatif tersebut tidak hanya merepresentasikan pencapaian satu entitas, tetapi juga menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat ekosistem industri kesehatan nasional melalui peningkatan kapabilitas manufaktur, teknologi, regulasi, serta konektivitas dengan mitra kesehatan global.
Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan, kepercayaan yang diperoleh Kimia Farma menjadi momentum penting untuk memperkuat kemampuan industri farmasi Indonesia sekaligus memperluas kontribusinya dalam ekosistem kesehatan global.
"Kepercayaan yang diperoleh Kimia Farma melalui sublisensi baloxavir marboxil dari Medicines Patent Pool dalam kerangka voluntary licensing MPP dan Roche merupakan pencapaian strategis bagi Bio Farma Group. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya kapabilitas industri farmasi nasional untuk berpartisipasi dalam kolaborasi kesehatan global sekaligus memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa mendatang," ujar Shadiq dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (1/10/2026).
Menurut Shadiq, penguatan ketahanan kesehatan tidak hanya membutuhkan ketersediaan produk, tetapi juga kemampuan industri nasional untuk mengembangkan teknologi, memperkuat manufaktur, memenuhi persyaratan mutu dan regulasi, serta membangun rantai pasok yang semakin tangguh.
"Sebagai holding BUMN Farmasi dan bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, kami ingin memastikan setiap penguatan kapabilitas perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas. Pengembangan kemampuan industri kesehatan nasional harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses terhadap solusi kesehatan yang semakin baik, memperkuat kinerja dan daya saing industri strategis nasional, serta membangun ketahanan kesehatan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," tuturnya.
Dalam proses seleksi sublisensi, MPP menilai para kandidat berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk kapabilitas teknis dan regulatori serta komitmen untuk mengembangkan dan memproduksi produk baloxavir yang terjamin mutunya.
Melalui kerja sama tersebut, Kimia Farma memperoleh akses terhadap technical data package, produk referensi untuk studi bioekuivalensi, serta dukungan teknis lain yang ditujukan untuk mendukung pengembangan produk dan proses memperoleh persetujuan regulatori. Dukungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kapabilitas pengembangan produk farmasi strategis di dalam negeri.
Sementara itu, Direktur Komersial Kimia Farma Hanadi Setiarto mengatakan keterlibatan Kimia Farma dalam inisiatif global tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan kapabilitas dan meningkatkan daya saing industri farmasi nasional.
"Keterlibatan Kimia Farma dalam perjanjian sublisensi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas industri farmasi nasional sekaligus mendukung kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi berbagai kondisi kesehatan di masa mendatang. Melalui kolaborasi dengan mitra global, kami memperoleh kesempatan untuk memperkuat kemampuan di bidang pengembangan, regulasi, dan manufaktur, serta memberikan kontribusi terhadap ketahanan kesehatan nasional," jelas Hanadi.
Pengembangan baloxavir marboxil secara lokal di Indonesia diharapkan dapat membantu memperkuat diversifikasi rantai pasok obat strategis, meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, serta secara bertahap mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri. Langkah tersebut sekaligus memperkuat fondasi industri farmasi nasional agar lebih tangguh menghadapi kebutuhan kesehatan di masa mendatang.
Bagi Bio Farma Group, peluang tersebut memperkuat posisi industri farmasi Indonesia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk semakin terhubung dengan rantai pasok kesehatan global. Hal ini sejalan dengan komitmen Kimia Farma untuk mengembangkan dan memasok generik baloxavir marboxil ke pasar yang tercakup dalam lisensi dengan tetap memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku.
Editor : Doni Ramdhani

