Permen, Sirup, atau Minuman Hangat, Mana yang Paling Efektif Redakan Batuk?

Permen pelega tenggorokan, sirup batuk, atau minuman hangat, mana yang paling efektif? Simak penjelasan ilmiah dan cara tepat meredakan batuk.

Permen, Sirup, atau Minuman Hangat, Mana yang Paling Efektif Redakan Batuk?
Permen pelega tenggorokan, sirup batuk, atau minuman hangat, mana yang paling efektif? (Ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Saat batuk menyerang, banyak orang langsung mengandalkan permen pelega tenggorokan, sirup batuk, atau minuman hangat. Namun, apakah ketiganya benar-benar bisa menyembuhkan batuk?

Mengutip The Conversation, batuk sebenarnya merupakan refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Sebagian besar batuk akibat infeksi virus akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.

Secara umum, batuk terbagi menjadi dua jenis, yakni batuk kering dan batuk berdahak. Keduanya memiliki penanganan yang berbeda, tetapi bukti ilmiah menunjukkan tidak semua produk yang dijual bebas benar-benar efektif.

Sirup batuk mengandung berbagai bahan, seperti dekstrometorfan, bromheksin, atau guaifenesin.

Dari ketiganya, dekstrometorfan memiliki bukti paling kuat untuk membantu meredakan batuk kering, meski efeknya terbatas dan dapat menimbulkan kantuk atau mual. Sementara manfaat bahan lain masih belum konsisten.

Permen pelega tenggorokan dapat memberikan rasa nyaman dan mengurangi iritasi sementara. Namun, belum ada bukti kuat, produk ini mampu mempercepat penyembuhan batuk.

Hal serupa berlaku pada minuman hangat. Manfaat utamanya diduga berasal dari air hangat yang membantu melegakan tenggorokan, bukan dari kandungan obat di dalamnya. Minuman ini juga perlu dikonsumsi sesuai aturan agar tidak terjadi kelebihan dosis, terutama jika bersamaan dengan obat lain.

Lantas, apa yang paling efektif? Sejumlah penelitian justru menunjukkan madu dapat membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan batuk sekaligus meredakan sakit tenggorokan. Meski begitu, madu tidak dianjurkan untuk anak berusia di bawah satu tahun.

Yang terpenting, berikan tubuh waktu untuk pulih. Istirahat cukup, perbanyak minum, dan jaga asupan cairan. Jika batuk berlangsung lebih dari empat minggu atau disertai sesak napas, nyeri dada, kesulitan menelan, maupun batuk berdarah, segera periksakan diri ke dokter. ***


Editor : Gin gin T Ginulur