Perseteruan Erwan vs Herman Diibaratkan Seperti Pertandingan Sepakbola, Iswara: Masih Belum Kompak

Wakil Ketua DPRD Jabar MQ Iswara ikut angkat bicara, terkait kekisruhan di internal Pemprov Jabar.

Perseteruan Erwan vs Herman Diibaratkan Seperti Pertandingan Sepakbola, Iswara: Masih Belum Kompak
Iswara menuturkan, dinamika yang terjadi antara Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan dengan Sekda Herman Suryatman diibaratkan seperti tim sepakbola yang tengah menghadapi pertandingan. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Ketua DPRD Jabar MQ Iswara ikut angkat bicara, terkait kekisruhan di internal Pemprov Jabar.

Iswara menuturkan, dinamika yang terjadi antara Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan dengan Sekda Herman Suryatman diibaratkan seperti tim sepakbola yang tengah menghadapi pertandingan.

Sebab suka atau tidak, Iswara pernah menegaskan antara gubernur, wakil gubernur dan sekda merupakan satu kesatuan.

Mereka, lanjut dia, harus bekerja secara tim. Berbagi peran, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"Mereka kan punya peran masing-masing. Tapi mereka satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Itu kan tritunggal," ujar Iswara usai rapat paripurna di Kantor DPRD Jabar, Selasa 1 Juli 2025.

Ketika ada masalah, sejak awal pun pihaknya juga telah meminta untuk diselesaikan secara internal. Meski pada akhirnya pihaknya turut mengislahkan konflik internal ini, supaya tidak melebar.

"Alhamdulillah ya, tadi di ruangan saya kita ngobrol bertiga dan tidak ada apa-apa. Kita tabbayun lah ya, kita tabbayun, ngobrol, Alhamdulillah tidak ada apa-apa," ucapnya.

Iswara menduga, perseteruan antara Wagub Erwan dan Sekda Herman ini akibat kurang komunikasi. Dia pun mengibaratkan, pucuk pimpinan Pemprov Jabar ini memang baru berjalan sekitar empat bulan.

Bila seperti tim sepakbola yang tengah menghadapi pertandingan kata dia, butuh waktu adaptasi.

"Intinya masalah, mungkin komunikasi. Kalau saya boleh analogikan klub sepakbola. Biasa, menit-menit pertama itu kan masih belum komunikasi, masih belum kompak, masih salah oper. Tapi Insya Allah menit-menit berikutnya kan jadi solid dan sudah kompak, nanti ujungnya menang klub sepakbolanya. Ya seperti itulah kira-kira," ungkapnya.

Menenai tugas pokok dan fungsi atau Tupoksi yang diduga belum proporsional dan disinyalir menjadi penyebab Wagub Erwan mencak-mencak, Iswara meyakini sejatinya semuanya telah dijalankan berdasarkan regulasi. Ketentuan mengenai Tupoksi gubernur, wakil gubernur dan termasuk Sekda.

"Ya saya yakin semua akan merujuk kepada undang -undang. Kan ada undang-undangnya bahwa, kewenangan gubernur itu apa, kewenangan wakil gubernur apa, kewenangan Sekda sebagai otorisator," kata dia.

"Saya yakin Pak Gubernur, Pak Dedi Mulyadi tidak akan keluar dari situ. Mau seperti apapun radikalnya perubahan, tidak akan keluar dari itu, tidak mungkin. Semua sudah ada aturannya kok," imbuhnya.

Sejauh ini pun diakuinya, kebijakan Pemprov Jabar masih dalam ambang batas wajar. Bahkan antara Wagub Erwan dan Sekda Herman sudah mencair.

"Alhamdulillah tadi kita mendengar ya bahwa Pak Wagub dan Pak Sekda sudah menyampaikan, sudah ada komunikasi, mungkin ke depan sudah akan lebih baik lah. Berbagi tugas ya, ya mungkin berbagi tugas, berbagi beban untuk Jawa Barat istimewa," ucapnya.

Terlebih antara Wagub Erwan dan Sekda Herman diakuinya sejatinya merupakan sahabat lama, ketika sama-sama memimpin Kabupaten Sumedang. 

Sehingga diyakininya, setiap persoalan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan kepala dingin.

"Ngobrol saja, mereka kenal lama, sejak di Sumedang. Mereka temen lama, belakangan jarang komunikasi yang mungkin, menduga-duga atau praduga kurang pas," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani