Persiapan Nataru 2025-2026, Dishub KBB Siapkan Sejumlah Opsi Atasi Kemacetan Lalu Lintas

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal menyiapkan sejumlah opsi rekayasa lalu lintas jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Persiapan Nataru 2025-2026, Dishub KBB Siapkan Sejumlah Opsi Atasi Kemacetan Lalu Lintas

INILAHKORAN.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (kbb) bakal menyiapkan sejumlah opsi rekayasa lalu lintas jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Adapun sejumlah opsi rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan, antara lain sistem buka-tutup jalur, pengalihan arus kendaraan, penutupan atau pembukaan U-turn tertentu, serta penambahan petugas di simpang rawan bottleneck dan pintu masuk kawasan wisata.
 
"Koordinasi juga dilakukan secara lintas sektor bersama Polres Cimahi, TNI, BPBD, dan pengelola objek wisata seperti Farmhouse, Floating Market, The Great Asia Africa, Curug Cimahi, serta jalur menuju Ranca Upas," sebut Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochamad Ridwan, Rabu 3 Desember 2025.

Tak cuma itu, ungkap Ridwan, pihaknya juga bakal melaksanakan ramp check terhadap bus pariwisata, angkutan kota, dan travel, yang mencakup pemeriksaan kelayakan teknis kendaraan, dokumen perizinan, serta penindakan terhadap angkutan gelap atau overload. 

“Kami akan menindak tegas kendaraan yang tidak laik jalan. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas kami,” ungkapnya.
 
Kemudian, lanjut Ridwan, sejumlah posko pengamanan terpadu akan diaktifkan di titik strategis sebagai pusat layanan informasi, pemantauan CCTV, dan respons cepat terhadap kecelakaan atau kondisi darurat. 

"Penertiban parkir liar juga akan diperketat, khususnya di jalur Padalarang–Lembang, agar tidak mengganggu arus kendaraan," paparnya.
 
Dishub juga berkoordinasi dengan Dinas PUTR untuk memetakan jalan berlubang dan titik rawan longsor, serta memeriksa fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur utama.
 
"Selain jalur arteri, arus kendaraan di gerbang tol seperti GT Padalarang, GT Baros, dan GT Cileunyi juga menjadi perhatian," katanya.

Tak ketinggalan, sambung Ridwan, koordinasi dengan PT KAI dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Stasiun Padalarang, yang kerap menjadi titik transit utama.
 
“Fokus kami adalah memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat yang melintasi atau berwisata di Bandung Barat selama masa libur nataru,” pungkasnya. *** 


Editor : Ahmad Sayuti