Persiapan Rampung, 7 Kloter Jemaah Haji Cirebon Siap Diberangkatkan via BIJB
Ribuan jemaah haji asal Kabupaten Cirebon yang terbagi 7 kloter siap diterbangkan ke Tanah Suci via BIJB Kertajati
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 2.576 calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Para jemaah akan terbagi dalam tujuh kelompok terbang (kloter), dengan keberangkatan perdana dijadwalkan pada 24 April 2026 melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon, Mualim Taim, mengatakan kloter awal jemaah Cirebon akan tergabung dalam kloter lima.
“Kloter pertama dari Kabupaten Cirebon dijadwalkan berangkat pada 24 April dan akan masuk dalam kloter lima melalui BIJB Kertajati,” kata Mualim, Rabu (15/4/2026).
Dia menyebutkan, secara keseluruhan kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini hampir rampung. Saat ini, pihaknya hanya menunggu jadwal resmi pemberangkatan ke Arab Saudi.
“Persiapan sudah mencapai sekitar 99 persen. Secara umum tidak ada kendala berarti, kami tinggal menunggu jadwal keberangkatan dari pusat,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh calon jemaah telah memenuhi persyaratan, baik administrasi maupun kesehatan. Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) hingga pemeriksaan kesehatan telah diselesaikan oleh seluruh jemaah.
“Seluruh jemaah sudah melunasi BPIH dan dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah kesehatan, sehingga siap diberangkatkan,” ungkapnya.
Dari total 2.576 jemaah, sekitar 40 orang di antaranya merupakan lanjut usia (Lansia). Pemerintah, lanjut Mualim, memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan tersebut.
“Tahun ini kami mengusung pelayanan haji ramah Lansia, disabilitas, dan perempuan. Jadi kami pastikan mereka mendapatkan pendampingan dan pelayanan maksimal,” ucapnya.
Dia menambahkan, Pemerintah berharap seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar serta seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman hingga kembali ke tanah air.
Editor : Ahmad Sayuti

