Dua Jemaah Haji Lansia Asal Kota Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci, Hajinya Dibadalkan

Dua jemaah haji asal Kota Tasikmalaya dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. 

Dua Jemaah Haji Lansia Asal Kota Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci, Hajinya Dibadalkan
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Husna Mustopa mengatakan, dua jemaah haji yang wafat tersebut adalah Hj Mahsunah binti Mursidi dan Hj Adah binti Enjen. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Dua jemaah haji asal Kota Tasikmalaya dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. 

Keduanya merupakan jemaah lanjut usia (lansia) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) berbeda dan telah dimakamkan di Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Husna Mustopa mengatakan, dua jemaah haji yang wafat tersebut adalah Hj Mahsunah binti Mursidi dan Hj Adah binti Enjen.

Menurut Husna, Hj Mahsunah yang tergabung dalam Kloter 28 KJT dari KBIHU Al Amin Riyadul Jannah meninggal dunia pada 26 Mei 2026. Sementara, Hj Adah dari KBIH As Surur yang tergabung dalam Kloter 20 KJT meninggal dunia pada 28 Mei 2026.

"Untuk Ibu Mahsunah meninggal tanggal 26 Mei, sedangkan Ibu Adah tanggal 28 Mei," kata Husna, Jumat (29/5/2026).

Husna menjelaskan, Hj Mahsunah berangkat haji bersama cucunya, sedangkan Hj Adah berangkat seorang diri. Keduanya merupakan jemaah lansia dengan usia masing-masing 81 tahun dan 74 tahun.

Meski berstatus lansia, kedua jemaah tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk berangkat menunaikan ibadah haji. 

"Lolos pemeriksaan kesehatan juga," ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Hj Mahsunah meninggal dunia di Arafah saat akan menjalani prosesi wukuf. Sementara Hj Adah wafat di rumah sakit setelah menjalani perawatan selama dua hari sejak 25 Mei 2026.

"Kalau Ibu Adah meninggal di rumah sakit, sedangkan Ibu Mahsunah di Arafah saat akan wukuf," kata Husna.

Pihak penyelenggara haji, lanjut Husna, telah menerapkan layanan ramah lansia dan penyandang disabilitas selama pelaksanaan ibadah haji. Pendampingan khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, termasuk saat pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Untuk lansia mendapat prioritas pendampingan. Saat di Arafah juga didampingi dan ada kebijakan tertentu sehingga tidak menginap di Mina bagi jemaah lansia," jelasnya.

Meski meninggal dunia sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, Husna memastikan pelaksanaan ibadah haji kedua jemaah tersebut telah dibadalkan oleh petugas haji.

"Keduanya sudah dibadalkan hajinya oleh petugas," katanya.

Sesuai ketentuan yang berlaku, kedua jemaah dimakamkan di Arab Saudi. Hj Mahsunah dimakamkan di Makkah, sedangkan Hj Adah dimakamkan di wilayah Mina.

Sementara itu, jadwal kepulangan jemaah haji asal Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam Kloter 20 KJT dijadwalkan pada 15 Juni 2026. Adapun Kloter 28 KJT akan kembali ke Tanah Air pada 22 Juni 2026.


Editor : Doni Ramdhani