Proyek Depo BRT Leuwipanjang Kota Bandung Dikebut, Operasional Bus Tidak Terganggu
Pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) di Terminal Leuwipanjang Kota Bandung, terus berjalan tanpa mengganggu aktivitas operasional terminal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) di Terminal Leuwipanjang Kota Bandung, terus berjalan tanpa mengganggu aktivitas Operasional terminal yang masih berlangsung seperti biasa.
Proyek dikerjakan di area terpisah, sehingga layanan bus tetap dapat melayani penumpang secara normal.
Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung, Asep Hidayat mengatakan, pembangunan depo BRT di lokasi tersebut saat ini masih dalam tahap awal. “Kita tetap menyiapkan layanan BRT. Pembangunan depo yang di sini, progresnya kurang lebih masih 5 persen. Sekarang baru masuk pemasangan pancang,” kata Asep Hidayat, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, meskipun terdapat aktivitas konstruksi di kawasan terminal. Operasional transportasi tidak terdampak, karena area proyek berada di lokasi yang berbeda dari jalur pelayanan penumpang. Hal itu membuat kegiatan naik turun penumpang tetap berjalan tanpa gangguan.
“Pengerjaan masih terus dilakukan. Tetapi tidak sampai mengganggu operasional bus di Terminal Leuwipanjang, karena lahan BRT berbeda area meskipun berada di satu kawasan,” ucapnya.
Dia menambahkan, keberadaan depo BRT merupakan bagian dari pengembangan layanan transportasi massal di Kota Bandung yang lebih terstruktur. Nantinya, depo tersebut juga akan memiliki pembagian fungsi layanan rute yang berbeda dengan depo lain.
“Untuk Depo Leuwipanjang akan melayani ke arah barat, sedangkan Depo Cicaheum ke arah timur,” ujar dia.
Depo BRT Leuwipanjang fldibangun di atas lahan seluas 3.961 meter persegi, dan direncanakan mampu menampung 29 unit bus. Lahan tersebut, sebelumnya merupakan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Proyek dikerjakan oleh PT Abdi Prima Intikarya dengan masa kontrak selama 365 hari.***
Editor : JakaPermana
