Persib Bandung Disebut ‘Tim Badut’ di ACL Two, Ini Jawaban Bojan Hodak
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak akui banyak reaksi negatif dari Bobotoh di media sosial soal penampilan timnya di ACL Two. Beberapa di antanya menyebut Maung Bandung sebagai ‘tim badut’.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak akui banyak reaksi negatif dari Bobotoh di media sosial soal penampilan timnya di ACL Two. Beberapa di antanya menyebut Maung Bandung sebagai ‘tim badut’.
Sebutan ‘tim badut’ itu dilayangkan lantaran Persib Bandung belum pernah merasakan kemenangan selama tampil di ACL Two. Dari tiga laga yang telah dilakoni, tim asuhan Bojan Hodak ini mengalami dua kekalahan dan satu kali imbang.
Bojan Hodak menilai banyak Bobotoh yang tidak memahami bahwa level Asia jauh lebih tinggi ketimbang Liga Indonesia. Alhasil kemenangan pun sulit didapatkan Persib Bandung.
“Dan masalah lain sudah saya katakan bahwa jadwal pertandingan di liga tidak mendukung kami dan membuat pemain merasa kelelahan. Jadi kami harus fokus ke beberapa laga,” kata Bojan Hodak, Selasa 5 November 2024.
Pelatih asal Kroasia ini mengaku sudah berusaha untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan dijalani. Tak hanya di ACL Two, termasuk di Liga 1 2024/2025.
“Tapi kami memang belum cukup kuat bermain di Liga Champions (ACL Two) yang berada lebih tinggi (kualitasnya) daripada kami. Pada akhirnya, saya selalu bicara kenapa orang-orang tidak realistis,” tuturnya.
Ia membuktikan, Persib Bandung berada di pot terbawah di ACL Two. Alasannya karena tim dari Indonesia tidak bermain bagus di kejuaraan AFC pada 10 hingga 15 tahun terakhir.
“Ini artinya, liganya tidak cukup kuat,” sambungnya.
Karena itu, lanjutnya, Liga Indonesia perlu ditingkatkan. Kuota tambahan pemain asing menjadi salah satunya yang akan membuat Liga Indonesia semakin meningkat.
“Tapi masih belum ada di level yang bagus dan perlahan-lahan ini harus diperbaiki. Ini dimulai dari lebih diperhatikan pengembangan pemain mudanya, pemain lokal lebih bagus, pemain asing lebih bagus, lalu lebih banyak uang datang untuk liga, ini perlahan akan membuat liga meningkat. Liga Indonesia dalam 10-15 tahun terakhir tidak dalam bentuk yang bagus,” jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani

