Persib Klub Pertama Jajal Stadion Piala Dunia
Persib Bandung menjadi klub pertama yang menjajal stadion Piala Dunia U-20. Mereka menantang tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (15/2).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Persib Bandung menjadi klub pertama yang menjajal stadion Piala Dunia U-20. Mereka menantang tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (15/2).
Stadion Manahan rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir Februari ini. Saat ini, proses renovasi senilai Rp301 miliar yang dilakukan Kementerian PUPR selama dua tahun, tinggal finishing.
Karena renovasi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun 2021 itu belum diresmikan, sempat muncul kekhawatiran laga Persis-Persib ini dipindah ke stadion lain. Tapi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akhirnya memberi izin.
“Saya sudah bicara ke Pak Menteri PUPR untuk memohon izin pemakaian pertandingan pada tanggal tersebut dan Pak Menteri memberikan izin,” kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Rabu (12/2).
Rudy bersama Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo menjaminkan diri mereka jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
“Yang dikhawatirkan kan venue rusak karena perilaku suporter. Saya dan Presiden Pasoepati menjamin tidak akan ada kerusuhan,” sebutnya.
Salah satu orang kepercayaan Jokowi ini menyebutkan laga tersebut sekaligus sebagai pembelajaran bagi suporter, bagaimana menjadi penonton yang santun dan menjaga kondusivitas selama pertandingan. “Mari kita buktikan, kita memang bisa santun,” ajaknya.
Pertandingan ini menjadi penting bagi Kota Solo, Persis, dan komunitas sepak bola Solo. Bagi Kota Solo, laga ini menjadi kado hari jadinya ke-275. Laga ini sekaligus dalam rangka HUT Pasoepati ke-20. Sementara buat Persis, ini uji coba sebelum bertempur di Kompetisi Liga 2.
“Proses perizinan masih kita urus dan berjalan sesuai keinginan kita. Saya menjamin bahwa pertandingan nanti akan berjalan dengan damai dan lancar,” jelas Aulia.
Apakah karena kekhawatiran terjadinya kericuhan yang bisa berakibat buruk bagi stadion sehingga pihak penyelenggara mengimbau bobotoh tidak berangkat ke Solo, juga Sleman.
Dalam koordinasi dan komunikasi dengan pihak Persis Solo, panitia penyelenggara mensyaratkan Persib tidak mengirimkan suporternya untuk menghadiri pertandingan tersebut. Karena pertandingan yang berlangsung 15 Februari nanti hanyalah bersifat uji coba.
Hal senada juga didapat setelah berkomunikasi dengan pihak PS Sleman. Pertandingan persahabatan yang direncanakan berlangsung 17 Februari nanti itu bersifat tanpa penonton karena tidak akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Karena itu pula, Persib meminta kerja sama dari bobotoh untuk sama-sama menjaga hubungan baik antar klub dan suporter dengan mempertimbangkan imbauan tersebut.
Sementara itu, Pelatih Persib Robert Alberts menyatakan, masa persiapan timnya untuk menghadapi kompetisi Liga 1 2020 belum selesai. Ia masih ingin memantapkan kesiapan seluruh pemain dengan menggelar sejumlah uji tanding berikutnya dalam dua pekan ke depan. Salah satunya lewat dua uji coba di Jawa Tengah ini.
“Saya berencana membawa semua pemain ke uji tanding berikutnya. Sebanyak 26 pemain termasuk tiga penjaga gawang,” ujarnya.
Mengenai formasi yang akan digunakan di uji tanding berikutnya, Alberts mengaku masih akan mencari komposisi terbaik. Hal itu tak terlepas dari evaluasi yang didapatkan seusai pertandingan melawan Barito Putera di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (11/2).
“Ya, bisa terlihat di babak kedua (melawan Barito Putera) kita bermain dengan aliran bola yang lebih baik ke depan. Saya rasa akan ada perubahan untuk laga selanjutnya,” kata pelatih asal Belanda itu.
Sedangkan Pelatih Persis, Salahuddin belum menentukan skuat utama untuk menghadapi Persib. Ia masih akan menilik kondisi para pemain hingga Sabtu pagi.
“Pada laga uji coba itu, pemain sepertinya belum akan bersaing menempati skuat utama karena kami masih menjalani program fisik. Tantangan mereka sebenarnya nanti, setelah seluruh program latihan selesai kami berikan. Setelah itu, mereka harus berkompetisi untuk masuk tim utama,” papar mantan pelatih Barito Putera itu.
Menurutnya, pada laga kontra Persib, kondisi fisik pemain anyar berlabel bintang masih berada di bawah pemain-pemain lama Persis. “Mereka [pemain baru] memang mengalami perkembangan yang merata. Tapi tetap masih di bawah kondisi pemain lama,” terang dia. (muhammad ginanjar/ing)
Editor : Bsafaat

