Waduh, Deden Natshir Sempat Kesal Terhadap Dedi Kusnandar
Kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby secara terang-terangan pernah merasakan kekesalan kepada rekan setimnya Dedi Kusnandar. Tepatnya pada musim 2012 silam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby secara terang-terangan pernah merasakan kekesalan kepada rekan setimnya Dedi Kusnandar. Tepatnya pada musim 2012 silam.
Padahal, sudah sejak lama Natshir dan Dedi Kusnandar selalu bersama. Itu terjadi saat keduanya sama-sama membela Pelita Jaya.
"Sejak di Pelita Jaya, saya sudah bareng-bareng dengan Aa Dado (sapaan akrab Dedi Kusnandar) meskipun saya diprioritaskan di U-21. Alhamdulillah saya juga kebawa ke Arema karena waktu itu Pelita Jaya merger sama Arema. Dan saya bareng lagi sama Aa Dado," ungkap Natshir di kanal youtube Persib.
Selama membela Arema FC, kiper yang akrab disapa Deden ini juga mengungkapkan kedekatannya dengan Dado. Terlebih, keduanya sama-sama berasal dari Jawa Barat.
"Kita di Arema bareng-bareng terus. Latihan, pulang latihan, kontrak rumah di Malang bareng dan beli motor yang cicilannya dibayar sama berdua meski akhirnya dijual meski belum lunas," kenangnya.
Memasuki musim 2012, Deden mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan Persib. Kiper asal Soreang, Kabupaten Bandung ini senang lantaran tawaran itu juga menghampiri sahabatnya Dado.
"Tapi saat itu saya belum menerimanya karena kompetisi juga masih lama, sekitar 3 bulanan lagi baru digelar. Saya juga gak enak sama Arema karena masih ada kontrak," katanya.
Namun, Deden merasakan kekesalannya kepada Dado. Pasalnya, gelandang asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang itu secara tiba-tiba bergabung dengan Persebaya Surabaya.
"Saat itu sempat ngobrol sama Aa Dado. Saya bertanya 'Aa gimana ini kontrak (Persib), yuk hayu sekamar lagi di Persib,'. Siap kata Aa Dado. Tapi tidak tahu ada angin apa, tiba-tiba gabung ke Persebaya," kata Deden.
Deden pun sempat mempertanyakan keputusan Dado untuk berpisah, dengan membela Persebaya Surabaya. Padahal sebelumnya, Dado sudah menyatakan kesiapannya membela Persib.
"Saya tanya ke Aa Dado, kalau ada masalah bilang aja. Padahal kita juga beda posisi. Tapi Alhamdulillah tahun berikutnya bisa kembali satu tim," ungkapnya.
Disisi lain, Dado mengungkapkan alasannya menolak Persib dan memilih Persebaya Surabaya untuk melanjutkan karier sepak bolanya. Pemilik nomor punggung 11 ini beralasan saat itu masih belum siap membela Pangeran Biru.
"Saat itu memang ada beberapa tawaran. Saat itu di Persib, Pak Haji Djadjang (Nurdjaman) ngajak saya sama Deden untuk gabung. Siapa yang gak senang ditawarin sama Persib. Tapi setelah dipikir matang-matang, saya juga lagi di timnas U-23, dan masih dibilang belum siap," jelas Dado.
Meski demikian, Dado juga sempat merasakan kekesalannya kepada Deden. Sebab, Deden diam-diam sudah menjalin kerjasama dengan Persib sejak jauh-jauh hari.
"Dia (Deden) ceritanya belum deal dan saya pikir masih standby di Arema. Taunya ditinggalin (ke Persib). Jadi ngajaknya setelah dia tandatangan dengan Persib," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)
Editor : Doni Ramdhani


