INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts terus memfokuskan para pemainnya untuk tetap bersiap diri menghadapi Liga 1 2021-2022. Terlebih, laga perdana melawan Barito Putera, akan segera diselenggarakan pada Sabtu (4/9/2021).
Menurutnya, sudah tidak ada waktu bagi timnya untuk berleha-leha. Sebab, dia memiliki hasrat untuk mempersembahkan kemenangan di laga perdana Liga 1 2021-2022.
"Kami melakukan persiapan penuh untuk 11 pemain starter dan kami akan membawa 20 pemain. Memang kami diperbolehkan memasukan 21 pemain (ke DSP), tapi di tim ini masih banyak yang belum melakukan vaksin kedua. Yang mana dalam regulasi yang boleh bermain harus sudah dua kali divaksin. Kami punya tujuh pemain yang belum mendapat vaksin keduanya, jadi kami pergi dengan 20 pemain besok," ujar Robert Alberts di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Kamis (2/9/2021).
Sementara mengenai Geoffrey, Robert Alberts memastikan sudah tidak mengalami kendala. Sebab striker bernomor punggung 20 itu mendapatkan vaksinasi Johnson and Johnson dari negaranya Belanda.
"Vaksinnya sudah disetujui oleh WHO bahwa Johnson and Johnson, satu vaksin saja sudah cukup. Jadi semuanya tidak ada masalah," tegasnya.
Robert Alberts tak memungkiri, di atas kertas timnya diunggulkan dibandingkan Barito Putera. Satu di antaranya terlihat dari materi pemain yang dimiliki.
"Tapi ini waktunya untuk memulai bermain bersama, waktunya menunjukkan bahwa ketika dihuni pemain yang bagus, mereka juga harus bisa bermain sebagai tim. Yang terpenting saat ini adalah tiga laga awal yang mana di atas kertas kami tim yang lebih bagus," katanya.
Karena itu, Robert Alberts harus memastikan para pemainnya mampu menerjemahkan keunggulan materi ke dalam lapangan. Sehingga keinginan untuk menang, bisa terwujud.
"Dan karena seperti yang saya katakan, kami tidak melakukan uji coba dan tidak bisa menguji pemain di masa persiapan, pertandingan di Liga ini akan menjadi jawabannya. Dari sana kami tahu apa kekurangannya dan harus berbenah di setiap pertandingan," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)